Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pemerintah Pastikan Vaksin Difteri Tersedia Dalam Jumlah Cukup

Oleh: Redaksi Bernas•30 Desember 2017
Pemerintah Pastikan Vaksin Difteri Tersedia Dalam Jumlah Cukup
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Pemerintah memastikan vaksin difteri tersedia dalam jumlah yang cukup..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, Bernas.id – Pemerintah memastikan vaksin difteri tersedia dalam jumlah yang cukup, dan meminta kepada masyarakat, terutama pasien difteri tidak perlu khawatir dan akan diberikan pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana kasus.

Dalam rangka penatalaksanaan penyakit Difteri, pemerintah mengimbau masyarakat melengkapi imunisasi terutama bagi anak-anaknya. Selain itu juga melakukan respon cepat penanggulangan Difteri atau Oubreak Response Immunization (ORI) di 12 kabupaten/kota di 3 provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten). Kemudian akan dilanjutkan ke daerah lainnya sehingga menjadi 82 kabupaten/kota di 22 provinsi.

''Penyediaan vaksin sebagai wujud Nawacita, dimana negara hadir untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,'' kata Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek di Jakarta.

Dukungan atas masalah ini pun mendapat perhatian dari dunia internasional.

Seperti pekan lalu WHO SEARO melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi mengirimkan 500 vial Anti Difteri Serum (ADS).

Artinya, baik masyarakat maupun pasien difteri tidak perlu khawatir lagi soal pengobatannya.

Kemenkes juga meminta PT. Biofarma untuk memperbanyak produksi vaksin.

Sehingga setiap orang tua bisa melengkapi imunisasi dasar anak-anaknya dan untuk memenuhi kebutuhan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 1 sampai kurang dari 19 tahun secara gratis.

Selain itu, apabila persediaan vaksin mencukupi terutama vaksin Difteri, dapat digunakan untuk masyarakat di luar program ORI.

?Vaksin untuk ORI atau untuk memenuhi kebutuhan dasar imunisasi, persediaannya harus selalu ada. Karena itu saya meminta PT. Biofarma memprioritaskan persediaan vaksin untuk Indonesia, setelah itu barulah ekspor,? tutur Nila.

Ciri-ciri gejala Difteri berupa demam lebih kurang 38 derajat celcius, adanya selaput berwarna putih keabuan/kebiruan yang tidak mudah lepas dan mudah berdarah, hidung berair, bengkak di area leher, nyeri saat menelan, dan sesak napas disertai bunyi, harus segera diatasi.

Sebab, risiko paling parah jika Difteri tidak segera disembuhkan akan menyebabkan kematian.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram