JAKARTA, Bernas.id – Demi menyalurkan vaksin anti difteri serum (ADS) ke sejumlah daerah, pemerintah akan berkoordinasi lintas sektor, sehingga bisa dirasakan secara langsung ke masyarakat.
Kerja sama lintas sektor ini ditujukan untuk mengatasi kendala distribusi ADS di sejumlah daerah, meski oleh Pemerintah Pusat sendiri bahwa pasokan ADS yang merupakan obat atau antibodi yang paling efektif pada pasien yang positif difteri tercukupi.
?Jadi kami meminta bantuan dan kerjasama dengan TNI, Polri, juga Kemendagri. Karena ini persoalan di daerah-daerah di mana Pemda juga harus terlibat,? Menteri Kesehatan Nila F.
Moeloek usai rapat koordinasi di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (19/12).
Nantinya Kemenkes tidak bekerja sendiri, dan dalam rapat terbatas dibahas sinergitas antar lintas sektor sebagai upaya dari penanggulangan dengan sebaik-baiknya. Dimana nantinya kerjasama melibatkan TNI, Polri, Mendagri dan Pemerintah Daerah, Kemenkes serta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyosialisasikan penanganan difteri.
Nila mengaku, Kemenkes telah melakukan upaya pencegahan melalui Outbreak Response Immunization (ORI) pada 11 Desember 2017 di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Ketiga provinsi ini dipilih karena tingginya prevalensi dan kepadatan masyarakat.
Hingga saat ini tercatat ORI tengah dilakukan di 20 kabupaten/kota.
?Kemudian nanti di 70 kabupaten/kota dari berbagai provinsi. Namun provinsi lain kan sebenarnya dinas kesehatannya ada mereka sudah lakukan. Itu kita harapkan sudah bisa sekaligus.
Sudah mulai dari sekarang,? tutur Nila.

