Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Simak Kenapa Rasa Kantuk Berlebih Setelah Makan dan Minum Selalu Menerjang

Oleh: Redaksi Bernas•15 Desember 2017
Simak Kenapa Rasa Kantuk Berlebih Setelah Makan dan Minum Selalu Menerjang
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Sebagian orang ada yang mengeluh bahwa setelah makan di pagi dan di siang hari dapat menyebabkan rasa kantuk Perlu dicatat oleh Anda bahwa setelah..."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 Desember 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita kesehatan terbaru →

Bernas.id – Sebagian orang ada yang mengeluh, bahwa setelah makan di pagi dan di siang hari dapat menyebabkan rasa kantuk. Perlu dicatat oleh Anda, bahwa setelah kita makan, ada proses dalam tubuh yaitu makanan dicerna, mengalir ke darah dan menghasilkan sumber energi. Namun, bahan makanan akan hancur apabila dalam tubuh kita menghasilkan berbagai jenis enzim.

Sehingga kadar gula darah dalam tubuh kita akan meningkat drastis setelah adanya proses tersebut. Otomatis pankreas bereaksi mengalirkan insulin melalui darah.

Insulin akan mengalami peningkatan kadar melatonin dan seratonin ke dalam otak, itulah pemicu rasa kantuk.

Lalu selain itu apalagi pemicu rasa kantuk setelah makan di pagi dan siang hari. Berikut beberapa faktornya yang patut Anda ketahui.

Zat Karbohidrat dalam Makanan Sangat Tinggi

Berbagai jenis makanan yang mengandung zat karbohidrat tinggi dapat juga menyebabkan rasa kantuk. Apakah penyebabnya? karena nutrisi makanan dapat memberikan respon kepada tubuh kita.

Sehingga sel-sel dalam tubuh, menyerap pecahan karbohidrat untuk kebutuhan energi. Makanan yang mengandung karbohidrat misalnya nasi putih, roti, makanan cepat saji.

Nilai Indek Glikemik Sangat Tinggi dari Makanan

Rasa kantuk akan mudah datang. Apalagi jika kita mengonsumsi makanan bernilai indeks glikemik.

Karena dari jenis makanan bernilai indeks glikemik butuh insulin lebih untuk memecah kadar gula dalam darah.

Insulin yang berlebih, menyebabkan peningkatan kadar melatonin dan seratonim dalam otak kita. Sehingga rasa kantuk, disebabkan oleh kedua jenis zat ini.

Kedua jenis zat tersebut dapat memerintah otak kita secara cepat. Kemudian tubuh kitapun merasa gelisah dan tidak nyaman, ini akibat dari menahan rasa kantuk berlebih.

Lemak Yang Terkandung dalam Makanan Sangat Tinggi

Penyebab rasa kantuk juga bisa disebabkan oleh jenis makanan yang mengandung lemak dalam jumlah tinggi. Tubuh kita akan mudah terespon rasa kantuk akibat dari mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Apa pengaruhnya? makanan yang mengandung lemak tinggi otomatis berpengaruh pada sistem kerja hormon dalam tubuh dan berfek pada saraf secara spontan.

Kafein yang Ada dalam Minuman

Ada sebagian orang yang memercayai bahwa minuman yang mengandung kafein dapat menghilangkan rasa kantuk. Jangan mudah percaya, karena minuman kafein yang dikonsumsi dapat menyebabkan denyut jantung, tekanan darah mengalami peningkatan signifikan. Sehingga tubuh kita terasa lelah dan mengantuk.

Sesaat mungkin setelah meminum minuman kafein ada efek segar pada tubuh kita. Namun efek setelahnya rasa kantuk berlebih akan datang.

Ada Alergi Zat dalam Makanan

Pada saat makan di pagi dan siang hari, rasa kantuk berlebih ada yang disebabkan oleh alergi zat makanan. Bagaimana bisa? karena alergi zat dalam makanan mengandung gluten kemudian beraksi dalam tubuh.

Penyebab lain dari alergi terhadap zat makanan yaitu proses makanan yang dicerna dalam tubuh sangat berat, sehingga tubuh mendorongnya secara paksa. Akibatnya otak pun bereaksi dan tubuh terasa kelelahan.

Demikian beberapa faktor penyebab rasa kantuk berlebih dari makan di pagi dan siang hari. Mudah-mudahan bisa membantu Anda untuk mengetahui penyebab rasa kantuk dari zat yang ada dalam makanan dan minuman.

Ada baiknya kita memerhatikan kandungan zat makanan dan minuman yang kita konsumsi. Ubahlah kebiasaan dan perhatikan zat makanan dan minuman.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram