Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Guru Zaman Now, Jangan Menjadi Tipe Guru Nomor 2 Ini!

Oleh: Redaksi Bernas•30 November 2017
Guru Zaman Now, Jangan Menjadi Tipe Guru Nomor 2 Ini!
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Bernas id Undang undang Sisdiknas atau Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 menyebutkan bahwa tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 November 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita pendidikan terbaru →

Bernas.id – Undang-undang Sisdiknas atau Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 menyebutkan, bahwa tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut tentu saja dibutuhkan guru-guru yang memiliki kompetensi, kredibilitas serta integritas. Dan, yang paling utama adalah memiliki niat yang tulus dan kuat sungguh-sungguh menjadi guru.

 

Intan Irawati seorang guru sekaligus pegiat literasi dan  penulis buku, menyebutkan ada 3 macam tipe guru dalam bukunya yang berjudul ?Addicted To Teaching?, berikut penjelasannya!

1. Guru Plus

Guru ini adalah pendidik sejati yang memiliki niat yang tulus untuk mengabdi.

Memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugasnya. Guru-guru semacam ini senang mengajar dan belajar. Selalu berusaha konsisten meningkatkan kemampuan profesional dan kemampuan pribadinya.

Guru tipe ini sadar sepenuhnya bahwa profesi yang dijalaninya adalah pilihan pribadi, bukan dipaksa atau terpaksa.

2. Guru Minus

Tipe guru minus mengerjakan tugasnya setengah hati karena dia menjalankan profesinya sebagai guru karena dipaksa atau terpaksa dengan berbagai alasan. Bagi guru tipe ini, mengajar yang penting sudah menyampaikan materi saja, sedangkan pemahaman siswa tidak diperhatikan.

Memiliki idealisme yang kurang dan bisa melakukan cara apapun demi skor atau nilai tinggi dalam ujian siswanya.

3. Guru Harapan

Guru tipe ini di satu sisi menyukai profesinya, bangga menjadi guru. Namun di sisi lain mereka tidak memiliki passion atau semangat untuk mengembangkan diri.

Mereka tidak suka belajar dan meng-update diri. Padahal guru adalah inspirasi atau contoh hidup bagi siswanya. Profesi guru diambilnya sebagai aktualisasi diri, bukan atas idealisme.

Oleh karena itu mereka bisa memesona siswanya dengan penampilan mereka sebagai pribadi namun tidak membawa siswa belajar bermakna.

 

Menjadi guru adalah tugas mulia, karena dipundak merekalah suatu bangsa dapat mengalami kemajuan atau sebaliknya tenggelam dalam keterbelakangan. Maka sudah siapkah guru untuk meng-upgrade dirinya menjadi lebih baik, terutama memperbaiki niatnya?

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram