SEOUL, Bernas.id – Indonesia boleh berbangga diri, karena pembina Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia (UTI) Pro, Grand Master Lioe Nam Khiong menjalani ujian kenaikkan DAN IX, yang dilaksanakan di KUKKIWON (World Taekwondo Headquarter) di Seoul , Korea Selatan.
?Ujian kenaikkan tingkat dari DAN VIII ke DAN IX ini cukup berat dan tidak mudah, karena melewati serangkaian test yang dilaksanakan para instruktur di KUKKIWON,? kata Grand Master Lioe Nam Khiong saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (12/11/2017).
- Baca juga: Eden Hazard, Talenta yang Kesulitan Berkembang di Madrid
- Baca juga: 5 Faktor Masyarakat Dunia Mencari Informasi tentang Top Skor Liga Champions Mei 2026
Seperti diketahui kenaikan DAN IX merupakan tingkat tertinggi dalam ilmu beladiri Taekwondo, dan tentunya hal ini akan menjadi kebanggaan bagi Indonesia, selain dikenal di dunia internasional, tentunya dengan kenaikan ini akan memperkaya pengetahuan tentang taekwondo.
“Bagi saya bisa mengikuti ujian kenaikkan DAN ini adalah anugerah dalam kehidupan saya ,” jelas Lioe Nam Khiong yang sudah menekuni beladiri ini 44 tahun sejak tahun 1973 lalu, ketika Taekwondo pertama kali masuk ke Indonesia melalui kota Medan.
Menurut Lioe Nam Khiong, mengikuti ujian kenaikkan DAN dijadikan sebagai pemicu untuk terus mengembangkan olahraga Taekwondo di Indonesia.
“Saya tidak pernah berhenti untuk terus mengembangkan olahraga Taekwondo bersama UTI Pro,” kata Lioe Nam Khiong.
Selain Grand Master Lioe Nam Khiong, 6 Master dari UTI Pro juga mengikuti Ujian Kenaikkan DAN tinggi di KUKKIWON. Keenam Master tersebut Lamting, Ganis Hartono, Rizon Oktalybsa, Suwandi gunawan, Billy Komara dan Azhari Dari DAN VII ke DAN VIII.
Sesuai Regulasi di KUKKIWON, untuk ujian kenaikkan DAN VII ke DAN VIII minimal harus aktif berkecimpung 8 tahun. Sedangkan dari DAN VIII ke DAN IX 9 tahun.
” Saya optimis para perwakilan UTI Pro bisa lulus dalam mengikuti ujian kenaikkan DAN ,” ungkap Lioe Nan Khiong.

