Bernas.id – Pelanggan adalah raja. Slogan ini mungkin telah melekat dalam dunia bisnis dan jasa. Namun, jika kita amati realita akhir-akhir ini plus beberapa sumber referensi, ternyata slogan tersebut tidak lagi sesuai.
Jika pelanggan dianggap sebagai raja, beban mentalnya terasa lebih berat, kadang menakutkan, dan menyesakkan dada, dimana seorang raja harus dituruti segala perintahnya.
Lalu, bagaimana sebaiknya memandang dan menyikapi pelanggan?
Agni S.Mayangsari, penulis buku Hearty Service mengemukakan pendapatnya bahwa seiring perkembangan zaman, banyak perusahaan yang kini memiliki konsep baru. Menganggap pelanggan adalah sahabat, dengan pendekatan emosional dan melibatkan hati.
Salah satu contohnya, mau mendengar keluhan dan curhatan pelanggan lalu mencoba membantunya untuk mencarikan solusi.
Pendekatan ini yang akhirnya membuat pelanggan merasa dekat dan seolah menjadi bagian dari si pemilik usaha, saling berbagi rasa, berbagi wawasan, dan berbagi saran demi kebaikan kedua belah pihak.
Sebagai seorang pengusaha, baik barang maupun jasa, kita perlu belajar dari pelanggan. Begitu juga pelanggan dapat mengambil manfaat dari kita.
Satu contoh dari pengalaman yang dituturkan oleh seorang penjual obat herbal di kota Makassar berinisial IM. Ia pernah kedatangan pembeli yang membeli sebotol madu.
Awalnya hanya tanya-tanya tentang khasiat madu, lama kelamaan pembelinya itu bercerita banyak tentang pengalamannya ketika berobat ke dokter gigi.
Dari curhatan itu IM diingatkan akan banyak hikmah dan pelajaran hidup yang berharga, di antaranya:
1. Saat kita sakit, sebenarnya hampir 90 persen kesembuhan ditentukan dalam diri sendiri, yakni perihal keyakinan kita, terutama yakin bahwa Alquran adalah obat. Karena Allah dan Rasul-Nya sendiri yang mengabarkan.
Jadi, jangan hanya mengandalkan obat saja. Obat adalah unsur ikhtiar, keyakinan adalah unsur doa.
2. Dokter adalah pengabdi masyarakat dalam bidang kesehatan.
Namun, hanya sedikit dari sekian banyak dokter mau mengabdi tanpa pamrih.
3. Senyum tulus seorang pelanggan adalah satu pertanda kepuasan yang telah ia dapatkan dari pelayanan kita. Apalagi jika ia mau curhat dan berbagi, itu artinya pelanggan mempercayai kita sebagai bagian dari hidupnya, yakni sahabat.
Betapa indahnya hubungan antara pengusaha dengan pelanggannya jika dibangun dengan konsep ini.
Keluhan maupun kepuasan disampaikan dengan hati. Maka, mari kita jadikan pelanggan sebagai sahabat.

