JAKARTA, Bernas.id ? Kuliner Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan tradisional dan dari hasil alam dalam negeri dinikmati konsumen dari luar negeri.
Promosi Kuliner dan Pangan Nusantara (PKPN) sukses menembus pasar internasional dan membukukan pembelian sebesar Rp 15,2 miliar. PKPN yang diselenggarakan oleh Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan berlangsung pada 11-15 Oktober 2017.
Perolehan Rp 15,2 miliar ini berhasil terkumpul dari transaksi di stan kuliner mencapai Rp 1,6 miliar dan trial order sebesar Rp 1p 13,6 miliar.
Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Luther, menyampaikan sinergi promosi kuliner dan pangan Nusantara di ajang TEI memberi dampak penting sehingga produk kuliner banyak dibeli para buyer dari berbagai negara.
Produk-produk Indonesia yang dibeli para pengusaha asal luar negeri antara lain kopi lampung oleh buyer dari Belanda dan Mesir Rp 1,2 miliar, aneka cemilan (keripik tempe, kerupuk ikan, cireng, jajanan), dan sambal oleh buyer dari Nigeria, China, Thailand, dan Korea Selatan.
“Para buyer sangat tertarik dengan produk kuliner Indonesia. Salah satu pengusaha dari Taiwan bahkan membeli produk teh sebanyak 20 ton atau senilai Rp 9 miliar,” ungkapnya.
Ada pula, cokelat dari Sumatera Barat dibeli buyer dari India, gula kelapa kristal oleh buyer dari Australia, dan kopi oleh buyer dari Brasil, Timur Tengah, dan Filipina.
Produk rendang, dendeng, dan bumbu dibeli oleh buyer dari Saudi Arabia dan Australia. Kemudian bir pletok oleh buyer dari Malaysia, Jepang, Afrika, Prancis, dan Yordania.
Luther menambahkan pameran ini merupakan upaya pemasaran produk kuliner dan pangan nusantara menuju pasar ekspor. Hal ini membuktikan bahwa Produk pangan Indonesia memiliki kualitas global.
Kuliner Indonesia tak kalah dengan negara-negara lain di dunia. Baik dari segi mutu, kesehatan maupun kemasan.
Oleh karena itu produk-produk UKM pangan nusantara dan kuliner berorientasi ekspor akan semakin intensif dibina oleh Kementerian Perdagangan untuk memperkuat peningkatan ekspor nasional.

