JAKARTA, Bernas.id ? Proyek listrik 35.000 Megawatt (MW) yang dicanagkan Presiden Joko Widodo terancam sia-sia dan dibatalkan karena permintaan listrik di Tanah Air tak sesuai harapan awal.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan penyelesaian masalah tersebut tidak harus selalu dengan pembatalan proyek.
?Bisa dilakukan sekuritisasi dari proyek itu, kemudian bisa di-review lalu diperlambat,? terangnya di Jakarta, Senin (16/10/17).
Ia mengaku enggan berandai-andai terkait dengan kelanjutan nasib proyek listrik yang digenjot pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah masih akan melihat perkembangan hingga akhir tahun ini.
Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), publik bisa melihat data berapa proyek pembangkit listrik yang sudah rampung, sedang pembangunan, dan yang masih tahap perundingan.
Jika pembangunan pembangkit listrik terus diperbanyak maka asupan listrik yang dihasilkan proyek makin jauh melebihi permintaan listrik yang ada saat ini.
?Memang listrik itu jangan sampai lebih. Kalau lebih, enggak dipakai tetapi tetap (PLN) harus bayar kepada investor (pembangkit listriknya),? ujarnya di Jakarta, Senin (16/10/17).
Saat ini diperkirakan masih ada 20-25 persen proyek pembangkit listrik 35.000 MW yang masih tahap perundingan.
Karenanya, proyek pembangkit listrik dengan kapasitas besar tidak akan rampung pada 2019 mendatang.

