Bernas.id – Demam film horror kembali menjangkit masyarakat Indonesia dengan booming-nya film berjudul ?Pengabdi Setan?. Film besutan sutradara Joko Anwar ini merupakan film remake dari film “Pengabdi Setan” terdahulunya yang rilis tahun 1980.
Film ini digadang-gadang akan menjadi film paling menyeramkan di tahun 2017 ini. Daya tarik dari film ini pun cukup kuat mengundang rasa penasaran dari semua kalangan.
Tak hanya kalangan anak muda, tapi film ini juga membuat penasaran generasi tua yang memang dibuat rindu dengan film horror pada eranya.
Saking menariknya film ini, dalam kurun waktu belum genap dua Minggu, sudah mampu meraup 2 jutaan penonton. Pencapaian fantastis untuk membuat juataan masyarakat Indonesia merinding.
Seperti halnya film horror lain yang kerap mengalami kejadian mistis saat syuting, film ??Pengabdi Setan?? tidak terlepas akan hal tersebut. Film ini mengambil lokasi syuting di sebuah rumah tua peninggalan Belanda yang terletak di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat.
Karena lokasi rumahnya yang berada di ketinggian sebuah bukit, tak heran jika rumah ini tidak difungsikan dan dibiarkan terbengkalai.
Konon kejadian ganjil kerap dialami warga sekitar yang membuat mereka enggan melewati rumah tersebut.
Kejadian aneh pun dialami sang sutradara,Joko Anwar seperti yang ia ceritakan lewat vlognya dengan Raditya Dika. ??Kita lagi mau syuting tiba-tiba, kan pakai rumah yang sudah ada. Pintunya enggak bisa ketutup, pintunya tiba-tiba jadi gedebanget. Kan ada pintu, terus kutekan, tiba-tiba ditutup enggak bisa.
Ternyata pintunya lebih segini, memuai.
Memuai sendiri. Pokoknya itu yang terjadi, terus coba digergaji 45 menit, tapi enggak bisa-bisa,? ucap Joko Anwar
Sebelumnya komunitas Ghost Photography Community (GPC) telah lebih dahulu ke rumah tersebut dan juga mengalami kejadian aneh. GPC merupakan komunitas pemburu foto hantu yang sering mendatangi tempat angker di berbagai wilayah.

