Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Pengetahuan Literasi Keuangan Minim, WOM Finance Edukasi Pelaku UMKM dan IRT Bayat

Oleh: Redaksi Bernas•16 September 2017
Pengetahuan Literasi Keuangan Minim, WOM Finance Edukasi Pelaku UMKM dan IRT Bayat
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Persentase masyarakat yang? memiliki pengetahuan (well literate) masih sangat minim. Bahkan berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang dise..."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 September 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita bisnis terbaru →

Bernas.id – Persentase masyarakat yang  memiliki pengetahuan (well literate) masih sangat minim. Bahkan berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2016, diketahui bahwa persentase masyarakat yang  memiliki pengetahuan (well literate) tentang lembaga jasa keuangan hanya sebesar 21,84%.

Hal tersebut diungkapakan oleh Kepala PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)Cabang Klaten, Johannes Kasiyadi Priyanto dalam  Seminar Literasi Edukasi Keuangan yang digelar  di Dusun Bendungan RT 3 RW 3, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Dari hasil tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat cenderung masih kurang memahami konsep keuangan dan tidak memiliki pengetahuan untuk membuat perencanaan keuangan. Akibatnya, di Indonesia marak terjadi transaksi ilegal yang merugikan masyarakat, seperti transaksi peminjaman dana melalui rentenir.

?Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa melalui online store, pelaku UMKM dapat mempromosikan barang dagangan dan melakukan transaksi jual beli secara online.

Edukasi ini sangat penting dilakukan mengingat banyaknya masyarakat Desa Bayat yang memiliki berbagai jenis usaha namun terkendala pada sistem pemasaran,?

kata Johannes Kasiyadi Priyanto kepada Bernas pada Sabtu (16/9).

Bertajuk ?Bijak Memilih Pembiayaan (Pinjaman)?, seminar yang memasuki tahun keempat ini juga mengedukasi peserta mengenai cara bijak memilih produk pembiayaan serta menyampaikan penjelasan terkait produk pembiayaan multiguna lembaga pembiayaan.

Lebih lanjut, Johannes Kasiyadi Priyanto mengungkapkan jika tujuan dari workshop ini adalah agar produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Bayat dapat go nasional dan dikenal oleh masyarakat didaerah lain.

?Kami berharap, masyarakat khususnya Desa Bayat mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan serta  memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan yang lebih baik. Semakin tinggi tingkat literasi edukasi yang kami lakukan maka masyarakat akan memahami manfaat produk dan layanan lembaga keuangan sehingga memungkinkan masyarakat akan menggunakan produk dan layanan lembaga keuangan,? papar pimpinan.

Bekerja sama dengan Titian Foundation, acara ini dihadiri oleh para pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga yang tinggal di Desa Bayat, Klaten.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram