Bernas.id – Anjing menggonggong kafilah berlalu. Prinsip itulah yang kini dipegang oleh Pemerintah Venezuela. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS terhadap negara Amerika Selatan tersebut tidak membuat Presiden Nicolas Maduro merasa gentar.
Pekan lalu, AS resmi menjatuhkan sanksi baru kepada Venezuela menyusul keputusan negara tersebut mendirikan Dewan Konstituen untuk merancang ulang dasar negara.
Berdirinya dewan tersebut dikritik oleh pihak oposisi dan sejumlah negara lain karena keberadaan dewan tadi berpotensi membuat kedudukan Maduro di pemerintahan semakin menguat.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Dalam sanksi terbarunya, AS melarang masuknya pasokan minyak mentah lagi dari Venezuela. Kebetulan sebelum ini Venezuela kerap memanfaatkan pengilangan minyak di AS untuk membantu mengolah minyak mentahnya. AS juga melarang perusahaan minyak nasional Venezuela memperdagangkan sahamnya di AS.
Namun jatuhnya sanksi tersebut tidak membuat Maduro merasa takut.
Ia menegaskan bahwa jika AS tidak mau lagi menerima minyak Venezuela, maka negaranya akan menjual minyak produksinya ke negara lain.
“Kami tidak akan punya masalah dalam menjual minyak kami ke negara lain,” kata Maduro seperti yang dikutip oleh Merco Press.
Maduro juga mengecam keputusan AS dalam menjatuhkan sanksi. Menurut Maduro, tindakan AS tersebut hanya akan merugikan mereka sendiri karena akan berdampak pada tenaga kerja perusahaan AS yang memiliki investasi di Venezuela. Maduro kemudian menambahkan kalau dirinya tidak akan menghadiri sidang PBB di New York pada bulan September ini.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol

