Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dua Turis Tiongkok Ditangkap Karena Buat Salam Nazi di Jerman

Oleh: Redaksi Bernas•5 Agustus 2017
Dua Turis Tiongkok Ditangkap Karena Buat Salam Nazi di Jerman
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"HarianBernas com Nazi adalah nama dari partai politik asal Jerman yang sempat berdiri hingga berakhirnya Perang Dunia Kedua Di masa kini organisasi yang..."

🗓️ Dipublikasikan pada 5 Agustus 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com ? Nazi adalah nama dari partai politik asal Jerman yang sempat berdiri hingga berakhirnya Perang Dunia Kedua. Di masa kini, organisasi yang dulunya dipimpin oleh Adolf Hitler tersebut ditetapkan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah Jerman. Sayangnya hal tersebut nampaknya tidak diindahkan oleh dua turis asing ini.

Channel News Asia memberitakan kalau 2 turis asal Tiongkok ditangkap oleh pihak berwajib karena membuat salam Heil Hitler (Hidup Hitler) di depan bekas gedung parlemen Reichstag.

Kedua turis tersebut masing-masingnya diketahui berusia 36 serta 49 tahun. Mereka dilaporkan saling memotret memakai kamera telepon genggam sambil membuat pose dan salam khas Nazi.

Polisi Berlin yang mengetahui insiden tersebut lantas menangkap keduanya atas tuduhan menggunakan simbol-simbol milik organisasi terlarang. Beruntung bagi keduanya, mereka tidak perlu mendekam di balik jeruji besi setelah masing-masing dari mereka diharuskan membayar denda sebesar 500 euro (7,5 juta rupiah).

Reichstag adalah bangunan di kota Berlin yang dulunya berfungsi sebagai gedung parlemen.

Gedung ini sekarang berfungsi sebagai monumen bersejarah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari dalam dan luar Jerman.  

Pada tahun 1933, Reichstag dilanda kebakaran yang diduga kuat dilakukan oleh orang-orang suruhan Nazi. Nazi kemudian menuduh partai komunis Jerman sebagai pelaku pembakaran dan memanfaatkan momen ini untuk memperkuat kontrol pemerintahannya atas rakyat Jerman.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram