Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Baru Mau Buka Usaha, Ingat 3 Trik Dagang Ini Tak Disukai Para Pembeli

Oleh: Redaksi Bernas•27 Mei 2017
Baru Mau Buka Usaha, Ingat 3 Trik Dagang Ini Tak Disukai Para Pembeli
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Ada anggapan dalam hal berdagang, yaitu mengambil barang dengan modal semurah-murahnya dan menjual kembali dengan harga semahal-mahalnya. Apakah ada yang salah..."

🗓️ Dipublikasikan pada 27 Mei 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita inspirasi terbaru →

HarianBernas.com – Sebagai seorang pedagang, tentu ingin barang dagangannya laris manis. Untuk itu, kita harus tahu trik dagang apa saja perdagangan yang tak disukai oleh para pembeli.

Ada anggapan dalam hal berdagang, yaitu mengambil barang dengan modal semurah-murahnya dan menjual kembali dengan harga semahal-mahalnya. Apakah ada yang salah dengan hal tersebut?

Tentunya tidak karena yang namanya jualbeli tergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Tinggal bagaimana seorang pedagang dapat menjaga kualitas produknya serta mematuhi kode etik dunia perdagangan yang pada umumnya tak tertulis secara resmi.

Namun sayang, tak semua pedagang melakukan transaksi dengan jalur yang benar. Ada sangat banyak strategi atau trik dagang yang kurang mengenakkan dan sama sekali tak disukai oleh pembeli.

Di antaranya bahkan dianggap cukup merugikan konsumen yang tak mempunyai wawasan luas mengenai sebuah produk.

Lantas sebenarnya apa saja trik dagang yang tak disukai oleh para pembeli? Berikut ini beberapa trik dagang yang tak disukai oleh para pembeli, seperti yang dikutip dari liputan6, yaitu:

Memberi Informasi Kurang Tepat

Trik dagang yang tak disukai oleh para pembeli yang pertama, yaitu memberi informasi kurang tepat. Berdagang seperti ini sudah menjurus pada kebohongan.

Pedagang yang baik pastinya akan memberikan informasi yang tepat dan akurat, tanpa mengurangi ataupun melebih-lebihkan.

Dengan memberikan informasi semacam ini memang akan membuat calon pembeli pada akhirnya terpaksa mengambil barang yang Anda rekomendasikan itu.

Sebagai contohnya, seorang pedagang kamera yang mengatakan bahwa sebuah kamera yang mempunyai efektif pixel hingga mencapai 20 MP, memiliki kualitas gambar yang lebih bagus dibandingkan dengan kamera B yang hanya 15 MP. Padahal, kamera B mempunyai fisik sensor yang lebih besar sehingga kualitas gambar lebih bagus.

Informasi yang diberikan pedagang tentu saja menyesatkan pembeli karena kualitas gambar memang tergantung pada fisik sensor bukannya pada efektif pixel.

Trik ini memanfaatkan ketidaktahuan konsumen akan produk tersebut.

Barang yang Dijual Tak Sesuai

Trik dagang yang tak disukai oleh para pembeli yang kedua, yaitu barang yang dijual tak sesuai. Barang yang dibeli tak sesuai dengan kondisinya merupakan kerugian bagi pihak pembeli. Padahal, pihak penjual mengatakan bahwa barang sesuai dengan apa yang dipesan.

Biasanya ini terjadi karena adanya kesalahan atau memang disengaja oleh penjual untuk menghabiskan stok dagangan lama.

Bagaimana pun juga strategi seperti ini tak perlu dilakukan.

Pemerasan Harga

Trik dagang yang tak disukai oleh para pembeli yang ketiga, yaitu pemerasan harga. Anda pasti pernah mendengar mengenai berita yang menghebohkan di mana ada pengunjung warung yang makan di kawasan wisata pantai Anyer, lalu disodorkan catatan bon pembayaran dengan harga yang fantastis.

Padahal yang dipesan hanyalah beberapa seafood, minuman, dan sayur. Namun, total yang harus dibayar hingga mencapai 1 juta rupiah.

Apakah harga tersebut masuk akal? Bukankah tak berdosa jika menghargai produk semahal yang diinginkan pedagangnya?

Memang tak berdosa, tapi Anda akan kehilangan reputasi dan mencemarkan nama baik dagangan Anda sendiri. Entah mengapa, masih banyak pedagang yang suka memeras pembeli dengan harga yang tak wajar.

Sebagai pedagang, Anda mungkin akan berjaya dan memperoleh keuntungan yang banyak dengan trik tersebut, tapi berhati-hatilah dengan resiko yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram