JAKARTA, HarianBernas.com – Sinergisitas antara pembangunan di tingkat pusat dan daerah selama ini belum berjalan efektif. Terlebih, perencanaan mulai di tingkat daerah cenderung tidak sesusai dengan perencanaan pusat. Sebaliknya, keinginan pusat dan daerah tak ada kesesuaian.
Demikian disampaikan anggota Komite IV DPD, Adrianus Garu di Jakarta, Jumat (10/2/2017). ?Ada banyaknya contoh, tidak adanya sinergi, terutama yang didanai APBN,? ujarnya.
Menurutnya pembanguanan dermaga, pasar dan terminal di berbagai daerah misalnya kerap tidak efektif.
Soalnya pembangunan tersebut dengan menggunakan dana APBN bukan atas dasar kebutuhan daerah.
Adrianus berpendapat ketidaksinkronan proyek tersebut berdampak mubazirnya APBN yang diperuntukan pembiayaan pembangunan berbagai infrastruktur tanpa melihat kebutuhan daerah. Soalnya, banyaknya dermaga, pelabuhan, pasar, dan terminal yang dibangun justru tidak digunakan.
Senator asal Nusa Tenggara Timur itu mengatakan mestinya hasil Musrenbang dari tingkat desa hingga nasional menjadi pijakan dalam pelaksanaan pembangunan. Meski sudah disampaikan dalam forum sudah disampaikan perencanaan pembangunan, justru malah diabaikan.
?Tapi fakta selama ini adalah hasil Musrenbang dibuang.
Yang dipakai lebih banyak dari pengajuan proposal-proposal atau dari lobi-lobi elit,? pungkasnya.

