Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Wabah Ulat Tentara Menyerbu Afrika dan Terancam Menyebar ke Asia

Oleh: Redaksi Bernas•6 Februari 2017
Wabah Ulat Tentara Menyerbu Afrika dan Terancam Menyebar ke Asia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Di Afrika, petani setempat kini dipusingkan kini oleh serangan hama ulat tentara..."

🗓️ Dipublikasikan pada 6 Februari 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com – Serangga hama senantiasa menjadi momok yang sangat ditakuti oleh petani di seluruh dunia. Di Afrika, petani setempat kini dipusingkan kini oleh serangan hama ulat tentara. Sejenis larva ngengat yang mendapatkan nama demikian akibat jumlahnya yang sangat banyak dan kemampuannya menghabiskan jagung di suatu lahan begitu menampakkan diri.

Bahaya yang disebarkan oleh ulat tentara belum sampai di sana.

Ketika sudah bermetamorfosis menjadi ngengat, ngengat dewasa bisa terbang untuk menempuh jarak yang jauh dan bertelur.

Dengan cara inilah hama ulat tentara bisa menyebar dengan begitu cepat ke berbagai penjuru Afrika dan menimbulkan kerusakan hebat di setiap lahan yang dilintasinya.

Ulat tentara diperkirakan pertama kali masuk ke Afrika setahun silam akibat terbawa secara tidak sengaja dalam muatan jagung yang diimpor dari AS. Sesudah itu, populasi mereka menyebar mulai dari Ghana hingga sejauh Afrika Selatan dan Zimbabwe.

Dikhwatirkan serangga ini bakal turut menyebar ke Asia dan Eropa hanya dalam kurun waktu beberapa tahun lagi.

FAO selaku lembaga PBB yang menangani masalah pangan menyatakan kekhawatirannya atas penemuan ulat tentara di sejumlah negara Afrika. Jika tidak segera tertangani, wabah ulat tentara dikhawatirkan bakal menimbulkan bencana kelaparan dan krisis ekonomi di benua tersebut. Untuk mencegah hal tersebut benar-benar terjadi, FAO pun berencana menggelar pertemuan darurat antara tanggal 14 hingga 16 Februari di Harare, Zimbabwe.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram