HarianBernas.com ? Alexandre Bissonnette adalah tersangka dari serangan teror di Majid kota Quebec, Kanada. Ia akhirnya muncul di meja hijau pada Senin sore waktu setempat (30/1/2017). Di dalam kehadirannya yang hanya sebentar, pemuda itu tak melakukan pembelaan kepada pengadilan.
Sedangkan proses persidangan itu juga dilanjutkan kembali pada tanggal 21 Februari 2017 yang akan datang.
Diambil dari AP, Bissonnette tampil dengan kaki serta tangan yang diikat dan memakai seragam tahanan yang berwarna putih.
Ketika berada di ruang persidangan, pemuda itu hanya dapat menunduk saja dengan gerak-gerik yang memperlihatkan kegelisahan yang berlebihan. Dalam sebuah berita, terdakwa melakukan pembunuhan tingkat I atas 6 orang.
Pemuda berusia 27 tahun tersebut pun didakwa atas dugaan percobaan pembunuhan 5 orang. Saat ini kelima orang tersebut dalam keadaan yang kritis di rumah sakit.
Penangkapan Bisonnette di tangkap di mobilnya yang berhenti pada sebuah jembatan yang menghubungkan Ile d?Orleans dan Quebec.
Dari mobil tersebut, Pemuda itu langsung menelepon polisi dan mengakui kejahatan yang dilakukannya. Sebagai tambahan informasi, Bissonnette adalah seorang mahasiswa dengan jurusan ilmu politik dan antropologi di Laval University.
Sampai sekarang belum diketahui apa yang menjadi alasan, Bisonnette melakukan tindakan kejam yang melakukan penembakan di Masjid Quebec ketika sedang melakukan sholat wajib berjamaah. Namun ada kemungkinan jika ia adalah salah satu orang yang termasuk dalam Anti-Islam.

