HarianBernas.com ? Emoji saat ini memang sudah menjadi cara berkomunikasi praktis untuk dapat mengungkapkan perasaan ataupun pikiran pemakainya tanpa kata-kata. Dengan emoji, pemakai smartphone dapat memperlihatkan tanggapan dengan cara yang lebih asyik dan menarik. Namun, tak seluruh emoji dapat dinikmati secara menyeluruh oleh pemakai Android dan iOS.
Di dalam beberapa kejadian, emoji yang diberikan kepada pemakai iOS sering tak terbaca oleh pemakai Android.
Bisa dibilang pemakai iOS bisa merasakan lebih banyak emoji bila dibandingkan dengan pemakai smartphone Android. Diambil dari Business Insider, terdapat beberapa alasan adanya perbedaan antara jumlah emoji di iOS dengan Android. Salah satu alasannya adalah andainya pembaruan software yang lebih sering dilakukan oleh iPhone.
Unicode yang merupakan organisasi dalam melegalkan adanya emoji baru akan selalu menampilkan emoji secara rutin di setiap tahunnya.
Emoji inilah yang kemudian diintegrasikan kepada sistem operasi milik Apple dan Google.
Karena dengan pembaruan software itu, emoji yang paling baru pun dapat selalu hadir untuk para pemakainya. Jika berbicara tentang hal itu Apple jauh lebih unggul dari segi waktu dan kecepatan dalam pembaruan software.
Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh sistem operasi Android, beberapa vendor smartphone yang memilih untuk mengambil sistem operasi buatan Google tersebut bisa dibilang sangat beragam di dalam meluncurkan pembaruan software-nya. Setiap perusahaan smartphone menampilkan update software dengan waktu yang berbeda-beda bahkan bisa dibilang sangat lambat.
Selain karena alasan pembaruan software, beberapa aplikasi yang banyak dipakai oleh pengguna smartphone di Android, layaknya WhatsApp ternyata memakai hard coding agar dapat memasukkan emoji.
Hal itu juga membuat adanya emoji di aplikasi tersebut jarang diperbarui. Karena itulah mengapa tak semua pemakai Android dapat memperoleh emoji paling baru yang sudah disediakan.

