Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Mengenal Peggy, Satelit Terakhir Saturnus yang Berhasil Diketahui Manusia

Oleh: Redaksi Bernas•13 Januari 2017
Mengenal Peggy, Satelit Terakhir Saturnus yang Berhasil Diketahui Manusia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"para astronom menemukan benda langit mini yang juga menjadi satelit Saturnus yang paling terakhir diidentifikasi manusia..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 Januari 2017.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com – Saturnus adalah planet yang sangat mudah dibedakan dari penghuni Tata Surya lainnya. Adanya cincin raksasa di sekelilingnya membuat Saturnus menjadi planet dengan penampilan yang sangat khas. Awalnya manusia mengira kalau Saturnus merupakan satu-satunya planet bercincin di Tata Surya.

Menyusul kian majunya teknologi satelit dan pengamatan langsung di luar angkasa, umat manusia pun akhirnya tahu kalau Saturnus bukanlah satu-satunya planet yang memiliki cincin.

Selain Saturnus, planet-planet gas berukuran besar yang lain seperti Yupiter, Uranus, dan Neptunus belakangan diketahui juga memiliki cincin yang ukurannya lebih tipis dibandingkan cincin milik Saturnus.

Cincin Saturnus yang khas lantas menarik perhatian NASA untuk mengamatinya lebih dekat. Dan lewat pengamatan itulah, para astronom menemukan benda langit mini yang juga menjadi satelit Saturnus yang paling terakhir diidentifikasi manusia. Satelit tersebut baru ditemukan pada tahun 2013 dan kemudian diberi nama Peggy.

Nama yang diambil dari mertua perempuan astronom Carl Murray selaku orang yang pertama kali menemukan satelit tersebut.

Setahun sesudah Peggy ditemukan, Peggy sempat ?menghilang? karena para astronom tidak berhasil menemukan Peggy di lokasi awal penemuannya. Baru pada tahun 2015 dan 2016, Peggy kembali ditemukan dengan bantuan wahana luar angkasa Cassini. Dalam pengamatan terbarunya, para astronom menemukan fakta baru yang tak kalah mencengangkant.

Peggy ternyata sempat bertabrakan dengan benda langit lain pada tahun 2015 sehingga posisi orbitnya di cincin Saturnus kian dalam.

Sementara serpihan hasil tabrakannya mengorbit di dekat Peggy dan diberi nama Peggy B.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram