3 Profesor Membahas Kiprah Romo Magnis untuk Indonesia

JAKARTA, BERNAS.ID – Dalam rangka Dies Natalis ke-57 STF Driyarkara 2026 digelar seminar yang mengusung tema “Pemikiran Magnis Untuk Indonesia”, Sabtu (28/2/2026) secara daring dan luring.
Seminar yang menghadirkan 3 profesor sebagai narasumber ini mengajak para peserta menggali kontribusi pemikiran Romo Franz Magnis-Suseno dalam bidang filsafat, teologi, serta hubungan antaragama dan kehidupan sosial.
Prof.
Dr.
Fransisco Budi Hardiman, seorang selaku narasumber pertama mewakili pandangan filsafat mengatakan, Romo Magnis cukup takjub dengan sosok mitologis Semar di budaya Jawa.
Alih-alih memilih sosok ideal dari Barat, Magnis memilih Semar sebagai sosok ideal sumber moralitas.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →“Semar memperlihatkan bahwa kekuasaan hanya sah sejauh ia tunduk pada dharma, pada martabat manusia, dan tanggungjawab atas akibat tindakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan pula, dari Semar, Romo Magnis mempunyai pandangan politik bahwa penguasa yang sebenarnya terwujud dalam bentuk pengayoman yang maha tinggi.
Semar memberi inspirasi tentang siapa penguasa rakyat Jawa yang sesungguhnya, dan itu bukan dari lingkungan elit.
“Rakyatlah, dan bukan lingkungan kraton, yang merupakan sumber sebenarnya dari kekuatan, kesuburan, dan kebijaksanaan masyarakat Jawa,” katanya.
Narasumber lain, Prof.
Dr. Mgr. Adrianus Sunarko, OFM mewakili pandangan teologi menjelaskan, Romo Magnis juga terkenal karena kritik internalnya terhadap Gereja Katolik.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Ia menyebut, tantangan sebenarnya bagi Gereja katolik menurut Romo Magnis adalah soal kekakuan institusional yang sekarang mengancam pembukaan diri kembali Gereja bagi peran Roh Kudus.
“Paus sama dengan Uskup Roma harus dilihat dalam kaitan dengan semua uskup, desentralisasi, selibat wajib di Katolik Roma, imamat hanya untuk laki-laki?
Lalu tantangan-tantangan etika, sikap terhadap mereka yang cerai dan nikah lagi, abortus, permulaan dan akhir hidup,” paparnya menyebut berbagai kritik Romo Magnis bagi Gereja.
“Posisi resmi Gereja Katolik sekarang ini begitu ya, yang dicapai dengan istilah yang terkenal sekarang Gereja Sinodal, saya kira di sana terlihat upaya untuk menanggapi tadi hal-hal yang dikritik Romo Magnis,” sambungnya.
Baca juga: Amicus Curiae Aliansi Akademik Abolisi Untuk Thomas Lembong
Sementara itu Prof.
Dr.
Siti Musdah Mulia, seorang muslimah yang mewakili pandangan hubungan antaragama dan sosial mengatakan, Romo Magnis ini sosok yang tidak hanya aktif mengolah pikiran, tapi juga jasmani, dengan berolahraga tiap pagi.
Romo Magnis menurutnya juga sosok langka, karena berani bersuara menyuarakan ketidakadilan dan ketidakjujuran yang terjadi di manapun.
“Punya keberanian dan kritik di manapun,” ujarnya.
Ia meneruskan, filsafat moral Romo Magnis berangkat dari prinsip bahwa setiap manusia memiiki martabat yang harus dihormati secara mutlak.
Dari prinsip ini, hubungan antar-umat beragama tidak boleh didasarkan pada dominasi identitas atau kompetisi teologis, melainkan pada penghormatan terhadap sesama manusia sebagai subjek moral.
Pendekatan ini menghasilkan tiga prinsip etika dialog: Pertama, pengakuan martabat manusia sebagai dasar hubungan antar-umat beragama.
Kedua, tanggung jawab moral lintas iman dalam membangun solidaritas sosial.
Ketiga, orientasi pada kebaikan bersama sebagai tujuan kehidupan publik.
“Dengan demikian, dialog antar-umat beragama dipahami sebagai konsekuensi langsung dari etika kemanusiaan universal,” ujarnya. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Transformasi Digital Jakarta Pusat: Mengubah Kesenjangan Jadi Peluang Emas Warga
Membuka Gerbang Ekonomi Global: Surabaya Mendorong Transformasi Skill Digital
Panduan Strategis Surabaya: Mengubah Potensi Digital Menjadi Karir Global
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di tokoh
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda