Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Ratusan Ribu Orang Berdemo di Ibukota Korea Selatan

Oleh: Redaksi Bernas•13 November 2016
Ratusan Ribu Orang Berdemo di Ibukota Korea Selatan
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Aksi demonstrasi menentang presiden Korea Selatan masih terus berlanjut. Reuters memberitakan kalau jalanan Seoul kembali dibanjiri oleh para demonstran pada ha..."

🗓️ Dipublikasikan pada 13 November 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita internasional terbaru →

HarianBernas.com-Aksi demonstrasi menentang presiden Korea Selatan masih terus berlanjut. Reuters memberitakan kalau jalanan Seoul kembali dibanjiri oleh para demonstran pada hari Sabtu (12/11/16). Kali ini jumlahnya dilaporkan mencapai ratusan ribu.

Jumlah tersebut sekaligus menjadikan aksi demonstrasi yang sama sebagai aksi demonstrasi terbesar menuntut turunnya presiden.

Ada perbedaan mengenai berapa jumlah persis dari peserta demonstrasi. Penyelenggara aksi demonstrasi mengklaim kalau aksi tersebut diikuti oleh 850 ribu demonstran. Polisi Seoul di lain pihak memperkirakan kalau jumlah peserta demonstrasi aslinya hanya sekitar 260 ribu.

Demonstrasi tersebut diikuti oleh orang-orang dari beragam golongan.

Selain para demonstran biasa, ada juga para demonstran yang berparade memakai kursi roda dan kereta dorong.

Salah satu demonstran bahkan mengaku kalau ia jauh-jauh datang dari kota Gimhae di selatan dan menempuh perjalanan tujuh jam hanya untuk bergabung dalam aksi ini.

Tokoh-tokoh dari kubu oposisi juga turut hadir dalam rombongan demonstran.

Sebagian demonstran berusaha masuk ke dalam Rumah Biru yang menjadi kantor presiden.

Namun upaya mereka dicegah oleh polisi huru-hara dan barikade bus yang diparkir secara berdempetan.

Mereka pun melanjutkan aksi protes dengan cara berdiri di luar kompleks Rumah Biru sambil meneriakkan yel-yel menuntut turunnya presiden.

Aksi protes yang terjadi pada Sabtu malam hanyalah satu dari sekian banyak aksi protes yang muncul setelah Presiden Park Geun Hye mengakui kalau dirinya sengaja memperlihatkan dokumen rahasia negara kepada sahabatnya yang bernama Choi Soon Sil. Dugaan kalau Choi memiliki kuasa untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan Park pun mencuat.

Menurut lembaga Gallup Korea, skandal ini membuat popularitas Park anjlok menjadi tinggal 5 persen.

Tag:#internasional#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram