Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Induk Cabor Dualisme, Atlet Sulit ke SEA Games

Oleh: Redaksi Bernas•10 November 2016
Induk Cabor Dualisme, Atlet Sulit ke SEA Games
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Permasalahan dualisme menjadi sorotan oleh Kemenpora dan diperlukan sikap tegas agar bisa menyatukan. Salah satu caranya ?adalah menyeleksinya dalam perhelatan..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 November 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

JAKARTA,HarianBernas.com-Permasalahan dualisme menjadi sorotan oleh Kemenpora dan diperlukan sikap tegas agar bisa menyatukan. Salah satu caranya  adalah menyeleksinya dalam perhelatan SEA Games 2017.

Dualisme induk cabor sendiri menjadi marak di dunia olahraga Indonesia dan sangat berdampak pada pembinaan atlet yang selama ini menjadi korban dalam berbagai persiapan karena telah dikotak-kotakkan.

Kondisi inilah yang tengah diperbaiki Kemenpora sehingga proses pembinaan atlet berjalan tanpa ada kendala apalagi seluruh atlet mempunyai hak yang sama untuk bisa mendapatkan pembinaan yang meningkat dan menjadi atlet andalan.

“Dualisme ini dampaknya luas. Salah satunya menghambat pembinaan atlet ke depannya dan regenerasi juga terhenti karena atlet telah dikotak-kotakkan,” kata Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Kemenpora, Taufik Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/10).

Seperti diketahui, saat ini ada beberapa dualisme induk cabor yang tidak kunjung bisa disatukan, di antaranya berkuda yang dimiliki Pordasi dan Eqina, taekwondo yang dimiliki PBTI dan UTI, serta tenis meja yang dimiliki PP PTMSI dan PB PTMSI.

Khusus cabor tenis meja, pihak Menpora Imam Nahrawi sendiri sudah melakukan komunikasi dengan dua kepengurusan yang berseteru, tapi hingga kini tidak kunjung berdamai.

“Kemenpora sendiri ingin membantu memberikan solusi dalam menyelesaikan masalah ini, tapi yang terpenting bahwa induk cabor harus jujur dalam pembinaan atlet dan tidak boleh mengkotak-kotakkan apalagi dalam pemantauannya, Satlak Prima menyeleksi seluruh atlet.

Jika nantinya masih berseteru, kami tidak akan menyertakan atlet mereka ke SEA Games nanti. Jadi, harus ada kedewasaan pengurus kedua kubu,” tambah Taufik.

Tag:#lifestyle#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram