HarianBernas.com ? Berita duka terkait meninggalnya Raja Thailand Bhumibol Adulyadej menjadi duka juga bagi sejumlah pemimpin negara di dunia. Salah satunya bagi Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck.
Lewat akun resmi facebook-nya, His Majesty The Druk Gyalpo Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, ia mengunggah foto dirinya yang tengah menyalakan pelita untuk mendiang Raja Thailand.
Bersama para anggota keluarga kerajaan, pemimpin pemerintahan negara, dan juga pemimpin spiritual di Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck menghaturkan persembahan seribu pelita butter lamps diiringi doa untuk mengenang Raja Bhumibol di Kuenra Tashichhodzong.
Raja Bhutan ini juga memerintahkan pelantunan doa dan penyalaan pelita di berbagai tempat suci di Bhutan untuk mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.
Terkait itu, hari ini, 14 Oktober 2016, ditetapkan sebagai hari berkabung bagi Bhutan.
Bendera nasional Bhutan dikibarkan setengah tiang, sementara sekolah dan perkantoran diliburkan supaya masyarakat bisa mengunjungi tempat ibadah dan berdoa.
Raja Bhutan sendiri hari ini mengunjungi National Memorial Chorten (Stupa Memorial Nasional) Bhutan dan memimpin doa khusus.
Selama tujuh hari sejak kemarin, pelita akan terus dinyalakan di beberapa titik sakral, di antaranya Thimphu Tashichhodzong, Thimphu National Memorial Chorten, Changangkha Lhakhang, Thai Pavilion, Centennial Park, Punakha Dzong, Trongsa Dzong, Trashigang Dzong, Paro Taktsang, Paro Kyichu Lhakhang, Tali Dratsang, Samtse Shiv Mandir, dan Phuentsholing Zangtopelri.
Raja Bhutan dalam keterangan tertulisnya menganggap Raja Bhumibol sebagai pemimpin yang luar biasa, mampu hadir dalam hati setiap warga Thailand. Menurutnya, Raja Bhumibol adalah pelayan masyarakat yang berjuang untuk kesejahteraan dan kemakmuran mereka, yang patut dikenang dengan penuh hormat.
Kerajaan Bhutan and Kerajaan Thailand sendiri memang telah menjalin hubungan yang sangat hangat selama bebeapa tahun terakhir.
Sebagai sesama pemimpin kerajaan Buddhis, kedua raja juga memiliki ikatan emosional yang kuat.

