HarianBernas.com-Masih berlangsungnya konflik bersenjata di Somalia membawa masalah tersendiri bagi warga sipil setempat. Menurut pernyataan PBB seperti yang dikutip oleh AllAfrica pada hari Selasa (20/9/2016) waktu setempat, sekitar 5 juta penduduk Somalia menderita kelaparan. Jumlah tersebut naik 300.000 dari bulan Februari.
Selain akibat konflik bersenjata, meningkatnya jumlah tersebut diakibatkan oleh minimnya curah hujan.
Kebetulan masih banyak penduduk Somalia yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan pertanian tradisional dan menggembala. Curah hujan di Somalia diperkirakan akan tetap rendah hingga bulan Januari tahun depan.
Dari 5 juta warga Somalia yang terancam kelaparan, sekitar 300.000 di antaranya merupakan balita. Juru bicara PBB berharap, bantuan makanan tambahan segera dikirimkan ke Somalia sebelum situasi bertambah buruk.
Bukan sekali ini saja bencana kelaparan melanda Somalia.
Tahun 2011 lalu, 260.000 warga Somalia dilaporkan meninggal akibat kelaparan.
Somalia sudah dilanda perang saudara selama lebih dari dua dekade pasca tumbangnya diktator Siad Barre di tahun 1991. Perang saudara yang terjadi di Somalia sekarang ini membenturkan kelompok militan Al-Shabaab dengan pasukan pemerintah Somalia yang didukung oleh organisasi Uni Afrika.
Perang ini juga berakibat pada memburuknya situasi keamanan di negara-negara tetangga Somalia seperti Kenya. Pemerintah Kenya berencana menutup kamp pengungsi Dadaab pada bulan November karena adanya dugaan kalau kamp tersebut digunakan oleh anggota Al-Shabaab sebagai markas rahasia.

