HarianBernas.com – Sebusuk-busuknya bangkai dipendam, pasti baunya akan tercium juga. Itulah peribahasa yang tepat untuk mendeskripsikan perjalanan karir Milli Vanilli. Sebuah grup vokal dari Jerman Barat yang aktif pada akhir tahun 80-an hingga awal 90-an.
Produser Frank Farian mendirikan Milli Vanilli pada tahun 1988 dengan Fab Morvan dan Rob Pilatus sebagai personil utamanya.
Namun yang menyanyikan lagu-lagu Milli Vanilli sebenarnya bukanlah Rob & Fab, melainkan sekelompok vokalis yang menyanyikan lagunya di studio rekaman.
Rekaman lagu yang mereka nyanyikan kemudian dikesankan sebagai hasil nyanyian Fab & Rob.
Berkat melodinya yang ringan dan ceria, Milli Vanilli langsung berhasil memikat para pecinta musik di dalam dan luar Jerman. Mereka bahkan mendapat undangan dari MTV untuk melakukan konser di Connectitut, AS, pada tanggal 21 Juli 1989.
Di konser inilah, rahasia mereka selama ini terbongkar.
Ketika Fab dan Rob sedang asyik berjoged sambil berpura-pura menyanyikan lagunya (lip sync), mendadak rekaman lagu mereka mengalami gangguan dan mengeluarkan baris lirik yang sama berulang-ulang. Konser tersebut memang berlanjut sampai acara berakhir. Namun insiden tadi sudah terlanjur terekam oleh kamera televisi dan akhirnya menjadi buah bibir.
Sudah jatuh tertimpa tangga.
Di akhir tahun yang sama, salah satu penyanyi asli lagu-lagu Milli Vanilli yang bernama Charles Shaw merilis pernyataan kalau dialah vokalis asli dari grup musik terkait.
Reputasi Milli Vanilli langsung ambruk sesudah itu. Penghargaan Grammy Award yang mereka terima pada tahun 1990 dicabut.
Pembeli album Milli Vanilli beramai-ramai meminta supaya uang mereka dikembalikan. Sebuah perjalanan karir yang singkat nan mengenaskan.

