Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Fosil Tertua di Dunia Ditemukan Umurnya Capai 3,7 Miliar Tahun

Oleh: Redaksi Bernas•5 September 2016
Fosil Tertua di Dunia Ditemukan Umurnya Capai 3,7 Miliar Tahun
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Fosil tertua di dunia berupa sisa-sisa mikroba kuno yang berusia 3,7 miliar ditemukan di Greenland petunjuk tentang makhluk hidup tertua di Bumi..."

🗓️ Dipublikasikan pada 5 September 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

HarianBernas.com- Fosil tertua di dunia berupa sisa-sisa mikroba kuno yang berusia 3,7 miliar ditemukan di Greenland. Ini  memberikan petunjuk tentang makhluk hidup tertua di Bumi. Fosil ?fosil yang dikenal sebagai stromatolit ini ditemukan karena es mencair, fenomena yang mungkin akan sering terjadi karena pemanasan global.

Stromatolit merupakan bukti keberadaan koloni bakteri air kuno yang tersedimentasi dalam beberapa lapisan karbonat.

Sebelum adanya penemuan ini, fosil tertua yang dikenal adalah stromatolit berusia 3,48 miliar tahun yang ditemukan di Australia Barat.

Laporan yang diterbitkan di jurnal Nature menyebutkan, fosil itu ditemukan di bebatuan sedimen tertua di dunia, yang ada di Isua Greenstone Belt, di sepanjang pinggiran tudung es Greenland.

Martin Van Kranendonk , Direktur Australian Centre for Astrobiology, mengatakan bahwa kawasan Greenland yang baru tersingkap menawarkan kesempatan unik untuk menemukan fosil.

?Penemuan ini menunjuk ke munculnya kehidupan awal di Bumi dan mendukung pencarian kehidupan di bebatuan kuno serupa di Mars,? jelas Van Kranendonk.

Penemuan ini terungkap ketika gletser, es laut dan permafrost (tanah yang berada di titik beku) mencair akibat pemanasan global.

Ironisnya, pemanasan global yang dapat mengekspos ?harta karun? kuno ini juga dapat mengancam makhluk hidup. Studi terbaru memperkirakan, bumi akan 8 derajat celcius lebih panas pada 2300, kembali ke iklim 52 juta tahun lalu. Di Arktik sendiri suhu rata-rata akan naik sebesar 17 derajat Celcius.

Hanya butuh kenaikan suhu 6 derajat Celcius untuk membuat Bumi beralih dari zaman es terakhir.

Jadi, Bumi akan begitu panas, sehingga pohon kelapa akan bisa tumbuh di Alaska dan buaya dapat berenang di Lautan Arktik.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram