Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Berteman dengan Bos di Media Sosial? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini

Oleh: Redaksi Bernas•30 Agustus 2016
Berteman dengan Bos di Media Sosial? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Di bawah ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk menolak pertemanan bos di media sosial..."

🗓️ Dipublikasikan pada 30 Agustus 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita lifestyle terbaru →

HarianBernas.com – Ketika Anda sedang membuka media sosial dan melihat bos Anda di kantor mengirim request pertemanan, bagaimana perasaan Anda? Panik? Senang?
Walaupun Anda sedang berada di dunia maya, bos tetaplah bos.

Ia memiliki pengaruh yang khas dalam hidup Anda, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Berteman dengan bos di media sosial menandakan Anda semakin dekat dengan bos.

Namun, Anda juga memiliki keuntungan untuk menjalun hubungan yang lebih luas dalam dunia kerja.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk menolak pertemanan bos di media sosial.

1.

Keluhan tentang pekerjaan yang bisa dibaca oleh si bos
Mungkin Anda adalah orang yang sering mengeluh di media sosial.

Sesekali, Anda mengeluhkan tentang pekerjaan Anda. Namun, yang Anda keluhkan tidakmelulu masalah percintaan bukan?

Anda tentu juga pernah mengeluh tentang masalah pekerjaan.

Pernahkah Anda membayangkan bahwa bos membaca status keluhan pekerjaan Anda di media sosial? Pasti keadaan malah semakin buruk. Bukannya membuat lega, tapi malah memperburuk keadaan.

Bagi kaum perempuan, salah satu cara untuk melegakan hati adalah dengan menceritakan permasalahannya pada orang lain.

Baik pada teman, maupun ke media sosial. Jika Anda berteman dengan bos di media sosial, apa jadinya nasib pekerjaan Anda?

2. Bos bisa mengkomentari status Anda dengan jawaban yang tak terduga
Anda perlu memperhatikan karakter si bos dalam dunia nyata.

Bagaimana reaksi pertemanannya, caranya berbicara, dan lain sebagainya.

Jika si bos memiliki sosok yang menyenangkan, tidak ada salahnya jika Anda berteman dengannya di media sosial.

Apalagi jika ia bisa memisahkan mana yang merupakan dunia nyata dan mana yang merupakan dunia maya.

Namun, jika si bos adalah sosok yang terkesan “killer”, lebih baik kubur dalam – dalam keinginan untuk berteman dengan bos di media sosial.

3.

Di kantor sudah berhadapan dengan bos, di dunia maya juga mau berhadapan dengan bos?
Untuk melewati hari yang penuh dengan berbagai tugas, pasti akan membuat Anda sakit kepala.

Sejenak, Anda perlu kabur dari keadaan ini. Biasanya, media sosial adalah hal yang tepat untuk dijadikan pelarian.

Dengan membuat status dan melihat posting orang lain, beban Anda seolah – olah terangkat begitu saja.

Namun, niatan Anda yang semula adalah melepas stres akan pupus jika bos sudah mengirimmu pesan untuk kembali bekerja.

4. Mulai jaga reputasi
Anda harus terlihat kalem dan alim di depan bos Anda.

Hal ini merupakan upaya untuk menyelamatkan posisi seseorang. Foto – foto yang diupload harus tampak cantik, status harus mulai bermakna, dan lain sebagainya.

Jika berteman dengan si bos, Anda harus menerapkan teknik pencitraan.

Hal ini demi menjaga reputasi Anda.

5. Si bos bisa menjadi spy
Seringkali, si bos kepo dengan kepribadian dan kegiatan Anda sehari – hari. Bisa saja, si bos akan memantau tiap pergerakan yang Anda lakukan di dunia maya.

Dengan begitu, ia bisa tahu bagaimana karyawannya selama ini.

Tag:#lifestyle#berita

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram