Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Russian Mosquito Festival, Ajang Lomba Digigit Nyamuk Terbanyak

Oleh: Redaksi Bernas•15 Agustus 2016
Russian Mosquito Festival, Ajang Lomba Digigit Nyamuk Terbanyak
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Sepertinya semakin tahun banyak orang yang menghilangkan rasa stress mereka dengan cara yang unik...."

🗓️ Dipublikasikan pada 15 Agustus 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita hiburan terbaru →

HarianBernas.com – Sepertinya semakin tahun banyak orang yang menghilangkan rasa stress mereka dengan cara yang unik. Salah satunya ialah Russian Mosquito Festival,  ketika sebagian orang takut terkena virus zika yang dibawa oleh nyamuk, justru dalam festival ini nyamuk malah dicari.  

Nyamuk adalah serangga kecil yang dibenci oleh banyak orang. Mendapat predikat sebagai hewan pengisap darah dan menyebarkan penyakit, tentu membuat kehadiran serangga bersayap ini sering disambut dengan usaha manusia untuk membunuhnya.

Para warga di sebuah kota di Rusia yang bernama Barezniki telah menggelar festival yang terkait dengan nyamuk.

Makin banyak nyamuk yang sudah mengigit tubuh, maka hal itu justru semakin bagus.

Pada akhir pekan kemarin, seperti yang telah diberitakan Associated Press, digelar juga ajang yang berjudul Russian Mosquito Festival.

Dalam festival ini, peserta membiarkan puluhan nyamuk menggigit serta mengisap darah.

Di dalam acara ini, seorang bocah yang berusia sembilan tahun yang bernama Irina Ilyukhina telah keluar menjadi pemenang kategori tastiest girl.

Irina mampu digigit nyamuk sebanyak 43 gigitan. Ia telah mendapatkan penghargaan yang berupa cangkir keramik sebagai pengakuan karena semua pengorbanan atas seluruh bekas gigitan nyamuk yang sudah memenuhi kakinya.

Cuaca kering serta panas di kota yang ada di kawasan Pegunungan Ural yang menjadi batas antara benua Eropa dan Asia itu memang sudah menyusutkan jumlah nyamuk yang ada dalam festival tahun ini. Udara panas pun juga telah menyebabkan salah satu peserta yakni Yana Solyarskaya yang memakai kostum nyamuk berkeringat dengan sangat derasnya, ketika itu Ia harus memimpin para peserta festival menari di ajak tahunan yang telah berlangsung selama empat tahun.

Untuk tahun ini penyelenggara festival pun harus dapat membatalkan perburuan nyamuk secara tradisional.

Biasanya dalam perburuan nyamuk secara tradisional ini para peserta berupaya untuk dapat mengumpulkan nyamuk sebanyak mungkin di dalam botol.

Beruntungnya adalah di negara Rusia hampir tidak pernah terdeteksi penyebaran virus Zika, orang-orang yang terinfeksi pun diyakini karena telah mendapatkan virus itu dari penyebaran di luar negeri. 

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram