JAKARTA, HarianBernas.com – Walau mendapat kesempatan emas berlatih jangka panjang di klub Spanyol, Real Valladolid, namun pemain belia Indonesia, Hilarius Bryan Pahalatua harus berjuang mendapatkan dukungan dana sekitar Rp. 189 juta.
Dana tersebut dibutuhkan untuk biaya hidup Bryan selama hampir 1 tahun berlatih di klub asal Spanyol tersebut, yang akan dimulai pada September nanti.
Menurut Fachri Husaini, pelatih Bryan saat di Akademi Pelangi menjelaskan, bahwa kebutuhan dana tersebut dibutuhkan Bryan, setelah sebelumnya Bryan berhasil melakukan trial selama 9 hari di klub tersebut.
- Baca juga: Kodim Sleman Komitmen Gelar Liga Santri 2022
- Baca juga: 7 Strategi Meningkatkan Minat Esports di Indonesia 2026
“Usai berprestasi di Singa Cup tahun 2015, Bryan bersama agennya berkomunikasi dengan Real Valladolid, dan berhasil trial selama 9 hari disana. Saat trial tersebut pengeluaran selama kehidupan di Spanyol ditanggung 50 persen oleh agen dan 50 persen oleh orang tua Bryan, jadi tidak ada masalah,” kata Fachri ketika dihubungi HarianBernas.com di Jakarta, Kamis (16/6).
Awalnya Bryan mendapat kesempatan itu karena berhasil membawa Bontang U-14 juara di Singa Cup, Singapura 2015 lalu, dan dirinya berhasil meraih pencetak gol terbanyak dengan 18 gol.
Dari sanalah perjuangan Bryan dilakukan, setelah memikat Real Valladolid selama trial dan mengeluarkan biaya untuk kehidupan. Kualitas Bryan ternyata memukau klub tersebut, dan mengundang kembali Bryan untuk melakukan latihan jangka panjang hampir 1 tahun yang akan dilakukan pada 1 September mendatang.
Namun Bryan membutuhkan dana sekitar Rp. 189 juta untuk membiayai kehidupan Bryan selam tinggal di Spanyol.
“Untuk latihan jangka panjang ini, agen Bryan sebelumnya tidak bisa membantu, sehingga Bryan harus berjuang memenuhi kebutuhan biaya hidup di Spanyol sekitar Rp 189 juta,” jelas Fachri.
Rencananya segala cara akan digunakan orang tua Bryan, bersama Fachri untuk mencari dukungan dana tersebut, termasuk berkomunikasi dengan Dispora dan pemerintah daerah Bontang.
“Saya sudah komunikasi dengan orang tua Bryan, dan mengaku membutuhkan dana tersebut.
Kami akan mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak di Bontang, khususnya pemerintah daerah, karena bagaimanapun juga Bryan merupakan putra daerah yang perlu diperjuangkan,” tambahnya.

