HarianBernas.com ? Perilaku sekelompok hewan simpanse ini sangat mengharukan. Bagaimana tidak?
Setelah puluhan tahun berlalu, ternyata hewan primata ini masih mengenali seprang perempuan yang berjasa membebaskan mereka kembali ke alam liar.
Seorang ahli perilaku hewan bernama, Linda Koebner sekitar 25 tahun silam diketahui membebaskan beberapa simpanse dari sebuah laboratorium. Ia juga mengajarkan sekawanan hewan itu untuk beradaptasi kembali dengan habitat asli mereka.
Linda belum lama ini kembali menemui sekawanan simpanse itu. Kejadian tak terduga pun terjadi.
Para simpanse itu menyambut Linda dengan senyuman bahkan memberikan pelukan hangat layaknya sahabat lama yang baru bertemu kembali.
Seperti diberitakan Daily Mail, Linda adalah pendiri tempat perlindungan hewan Chimp Haven di Louisiana. Dirinya mendirikan Chimp Haven pada 1995 sebagai penampungan bagi para simpanse laboratorium yang tidak lagi dibutuhkan untuk uji coba.
Ketika masih menjadi mahasiswi pasca-sarjana, Linda meluangkan waktu empat tahun guna mendidik para simpanse di selatan Florida. Sekawanan simpanse itu telah hidup selama 6 tahun dalam kandang laboratorium hepatitis.
“Sudah lama sekali.
Wah, kamu kelihatan segar,” tutur Linda ketika bertatap muka dengan para simpanse, seperti terekam dalam dokumenter PBS berjudul The Wisdom of the Wild.
Di dalam rekaman itu terlihat Linda menggunakan sebuah perahu kecil untuk menuju tempat tinggal para simpanse. Ketika ia sampai di tujuan, seekor simpanse langsung menghampirinya.
?Kamu ingat saya?” tanya Linda.
Seekor simpanse bernama Swing lalu mengulurkan tangannya sembari tersenyum lebar. Tak lama, simpanse lain bernama Doll muncul.
Ia berlari dengan tergopoh-gopoh menuju Linda.
Perempuan itu tampak tak dapat menahan tangisnya ketika dua simpanse itu memeluknya erat.
“Simpanse memberikan begitu banyak hal kepada dunia. Begitu banyak pengetahuan tentang diri kita, tentang watak kita, karena mereka sangat mirip dengan kita,” terang Linda.
Menurutnya simpanse-simpanse ini mengajarkan kepada manusia tentang ketabahan. Linda berpendapat, para simpanse telah mengalami derita luar biasa, namun mereka tetap memaafkan sehingga bias pulih kembali.
Dari perilaku para simpanse dapat dilihat bahwa mereka sangat berterima kasih kepada Linda.
Menurutnya, ketika dilepas ke alam bebas, mereka masih kesulitan beradaptasi.
“Mereka takut keluar dari kandang. Mungkin takut dengan rerumputan karena mereka tidak pernah berada di luar jeruji selama bertahun-tahun, mereka juga ketakutan bahkan dengan sekadar desir angin dan sinar matahari,” jelasnya.
Simpanse memiliki kemiripan DNA dengan manusia hingga 98,8 persen sehingga kerap dipakai sebagai subyek uji obat-obatan dan vaksin. Eksperimen seperti itu dihentikan di AS sejak tahun lalu, ketika simpanse masuk dalam daftar satwa dilindungi yang terancam punah.
Keharuan reuni penuh kasih sayang antara Linda dan para simpanse dapat disaksikan di tautan ini

