Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Panglima TNI: Penghargaan Penghormatan Bhayangkara Utama untuk Seluruh Prajurit TNI di Indonesia

Oleh: Redaksi Bernas•16 Mei 2016
Panglima TNI: Penghargaan Penghormatan Bhayangkara Utama untuk Seluruh Prajurit TNI di Indonesia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat penghargaan Bintang Bhayangkara Utama dari Kapolri. Penghargaan ini untuk TNI Indonesia...."

🗓️ Dipublikasikan pada 16 Mei 2016.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, HarianBernas.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat penghargaan 'Bintang Bhayangkara Utama' dari Kapolri. Penghargaan ini menurut Gatot bukan hanya ditujukan bagi dirinya saja, tetapi bagi seluruh prajurit TNI di Indonesia. 

“Saya menerima penghargaan dan penghormatan Bhayangkara utama adalah bintang yang tertinggi Kepolisian Republik Indonesia. Kemudian yang menerima bukan saya saja Angkatan Darat (AD),  Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU)”, ungkap Gatot di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/5/16).

“Representatifnya sebenarnya yang memiliki bintang ini seluruh prajurit TNI di manapun mereka berada”, lanjut Gatot.

Bagi Gatot pemberian penghargaan dari Presiden dan Polri adalah sebuah tanggung jawab yang besar bagi TNI untuk bersinergi bersama Polri.

“Diberikan penghargaan tertinggi oleh Presiden Republik Indonesia dan Polri berarti mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk melaksanakan tugas-tugas kedepan dengan Polri”, tambah Gatot.

Penghargaan ini diharapkan menjadi lambang kekompakan antara TNI-Polri dalam melaksanakan tugas sehingga tidak ada lagi gesekan di level prajurit. 

“Semua petugas harus bersatu, kalo sudah solid, prajuritnya bersatu ini merupakan lambang (kekompakan)”, ungkap Gatot.

Menurut Gatot apabila terjadi konflik individu antar anggota TNI dan Polri bukan berarti institusi yang bersangkutan juga berkonflik. 

“Kalau namanya ada ribut-ribut 1 orang TNI dengan 1 orang Polri berkelahi jangan dilihat seolah polisi sama TNI  (yang berkelahi), itu yang perlu dipahami bersama-sama”, tutup Gatot.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram