Rencong, Senjata Tradisional Aceh yang Kecil Namun Mematikan

HarianBernas.com — Rencong merupakan senjata tradisional Aceh.
Menurut hikayat, benda tajam berukuran kecil ini sudah dikenal sejak masa kesultanan di abad ke-17 masehi.
Rencong telah menggantikan kedudukan pedang karena keberadaannya tidak terlalu mencolok.
Olah karena itu, di masa budaya minum kopi bersama yang sudah akrab dalam masyarakat, Sultan membutuhkan rencong sebagai senjata ketika berkelilingi melihat rakyat dan daerahnya untuk berjaga-jaga.
Saat ini rencong telah bermetamorfosis dan berganti fungsi menjadi cenderamata.
Bagi kalian yang mempunyai hobi berbelanja di tempat-tempat wisata, maka tidak ada ruginya untuk menambah koleksi bertema etnik.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Terlebih lagi rencong bukanlah senjata tajam yang biasa karena benda ini selain sebagai senjata juga menyimpan nilai-nilai historis.
Di Aceh, rencong sering dijadikan sebagai cenderamata untuk tamu kehormatan.
Benda tajam yang dibuat dari besi atau kuningan bergagang tanduk atau kayu berukir ini juga terkenal sebagai souvenir khas.
Para wisatawan yang pergi ke Aceh seringkali menuliskan rencong ke dalam list daftar barang khas atau cinderamata yang dicari untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.
Desa pembuatan senjata tajam legendaris yang disebut dengan Rencong ini terletak di Desa Baet Mesjid, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.
Daerah itu terkenal sebagai sentra pembuatan rencong masa kini.
Pada zaman Kerajaaan Aceh Darussalam yang masih berpusat di Kutaraja atau Banda Aceh, para perajin berkumpul di Gampong Pande.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifPande berarti pandai. Disebut seperti itu karena di situlah para pandai besi berkumpul.
?Perbedaan rencong zaman dulu hanya mengenal satu model, jadi semuanya sama.
Kalau sekarang rencong sudah banyak dikreasi khususnya pada bagian gagang, ada yang menggunakan tanduk kerbau ada juga yang memakai kayu atau kombinasi keduanya.
Selain itu motif ukirannya juga lebih kreatif,?
ujar Zuhri Hasyim (52), seorang perajin rencong dari Desa Baet Mesjid Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar dilansir dari serambi Indonesia-Kompas.com
Pengrajin Rencong adalah laki-laki yang sejak berusia 16 tahun menasbihkan dirinya berprofesi sebagai perajin dan sudah terbiasa membuat rencong sesuai pesanan.
Rata-rata dalam sehari seorang pengrajin membuat sebilah rencong.
Dalam membuat Rencong membutuhkan proses yang cukup panjang, dimulai dari mengolah bahan baku berupa besi putih atau besi hitam.
Kemudian bahan baku diambil dari bahan bekas yang tidak terpakai atau dibeli dari penggalas.
Besi batangan itu lalu dibelah sesuai kebutuhan.
Tahap selanjutnya dan juga menentukan adalah proses tempa.
Potongan besi lalu dipanaskan di atas bara api, kemudian besi yang menyala merah ditaruh di atas tatakan yang lantas dihantam berulang-ulang dengan menggunakan palu berukuran ektra besar.
Begitu seterusnya hingga mencapai hasil yang diinginkan oleh pengrajin.
Setelah itu adalah proses pembuatan gagang dimulai dengan memotong kayu atau tanduk.
Keduanya lalu dibuat pola yang kemudian diukir menggunakan kikir. Di waktu dulu ukiran yang diterapkan hanya sebatas motif etnik seperti motif pintu Aceh atau pucuk rebung.
Namun seiring perkembangan zaman, pengrajin lebih berani mengeluarkan kreativitasnya dengan menerapkan aneka motif tumbuh-tumbuhan ataupun hewan tanpa maksud khusus.
Tahap yang paling akhir, gagang yang sudah diukir lalu dihaluskan dengan menggunakan alat khusus.
Kemudian dimasukkan ke dalam besi yang sudah selesai dibentuk. Jadilah rencong Aceh yang unik dan cantik.
www.atjehcyber.net
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
1001 Prajurit TNI Membatik Pecahkan Rekor Muri
Tradisi Nyepi Panembahan Senopati Sang Pendiri Mataram Islam
1000 Wanita Tani Lakukan Flasmob di Pembukaan FKY 2023
7 Etiket Tentang Dunia Keris
1000 Penari hingga 1000 Burung Akan Meriahkan Festival Budaya Lereng Merapi 2025
Museum Mpu Purwa Akan Segera Siap Jadi Pusat Sejarah Tiga Kerajaan
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di budaya
Semantic Authority Linker
1001 Prajurit TNI Membatik Pecahkan Rekor Muri
Tradisi Nyepi Panembahan Senopati Sang Pendiri Mataram Islam
1000 Wanita Tani Lakukan Flasmob di Pembukaan FKY 2023
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda