Petuah Bijak Zuckerberg Sindir Donald Trump

HarianBernas.com –Â Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dikenal sering menyalurkan dukungan bagi kaum minoritas.
Tak heran jika hal ini berseberangan dengan Donal Trump, calon capres Amerika Serikat dari Partai Republik.
Baru-baru ini, Zuckerberg menyakatan dukungannya kepada presiden Barack Obama.
Obama ingin menampung sementara 5 juta imigran yang belum terdokumentasi untuk tinggal dan bekeja di AS.
Namun keinginan Obama ini masih harus di proses di pengadilan.
Disamping mendukung Obama, Bos Facebook ini juga menulis panjang lebar di Facebook mengenai keberpihakannya terhadap kaum minoritas.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Ia tampak menyindir Donald Trump yang berencana melarang kaum muslim masuk AS serta membangun tembok di perbatasan Mesiko jika terpilih menjadi Presiden nantinya.
?Hari ini aku bergabung dengan 60 pemimpin teknologi untuk mendukung aksi eksekutif Presiden Obama untuk mencegah anak-anak imigran yang belum terdokumentasi agar tidak dideportasi.
Saat sedang pergi ke seluruh dunia, aku melihat beberapa Negara mengalami kemunduran.
Aku mendengar suara yang semakin sering untuk membangun tembok dan menjauhkan orang yang dilabeli sebagai ?orang lain?.
Apakah itu pengungsi, imigran tak terdokumentasi atau minoritas, aku berharap kita memiliki kebijaksanaan untuk memahami jalan terbaik ke depan adalah dengan mempersatukan orang, bukan memisahkan.
Kuharap kita menemukan belas kasih dan keberanian untuk memberi setiap orang perlakuan adil, untuk memperlakukan orang dengan respek dan martabat, serta melakukan apa yang kita bisa untuk semua orang, bukan hanya yang terlihat seperti kita atau yang tinggal di dekat kita,?
tulis Zuck di Facebook.
Zuck juga menceritakan pengalamannya mengajar di sebuah sekolah menengah.
Banyak siswa terbaik tidak memiliki data kependudukan resmi sehingga menyulitkan mereka kuliah atau bekerja.
Padahal mereka dapat berpotensi menjadi pemimpin.
Kita adalah Negara kaum imigran. Kita adalah satu dunia dan kita semua terhubung.
Kita semua harus memiliki rasa kemanusisaan untuk menyabut anak-anak itu dan mempersatukan orang, pungkas Zuck mengakhiri tulisannya.
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Jebakan Digital Semarang: Mengapa Talenta Tech Lokal Belum Jadi Raja Dunia?
Sinyal Bahaya! UMKM Semarang Gagal Genggam Digital: Ada Apa dengan Literasi & Infrastruktur?
Bandung Berkilau, Talenta Digital Berjaya: Mengubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Global!
Transformasi Karir Jakarta: Menemukan Peluang Emas di Era Remote Global
Medan: Menjemput Peluang Emas di Tengah Jeratan Internet Lamban dan Mahal
Jalan Emas Jakarta: Mengubah Potensi Digital Jadi Peluang Global Nan Profitabel
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di teknologi
Semantic Authority Linker
Jebakan Digital Semarang: Mengapa Talenta Tech Lokal Belum Jadi Raja Dunia?
Sinyal Bahaya! UMKM Semarang Gagal Genggam Digital: Ada Apa dengan Literasi & Infrastruktur?
Bandung Berkilau, Talenta Digital Berjaya: Mengubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Global!
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda