Ahok Dikeroyok dan Dituduh Melakukan Upaya Deparpolisasi, Ada yang Membela

JAKARTA,HarianBernas.com–Langkah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok untuk maju lagi dalam Pilgub DKI 2017 mendapat tantangan dari berbagai kalangan.
Ahok seperti dikeroyok dari sana-sini, bahkan kesalahannya dicari-cari tanpa sedikit pun diakui keberhasilannya memimpin Jakarta selama ini.
Bahkan, yang terakhir Ahok dituduh telah melakukan deparpolisasi atau melakukan upaya untuk mengerdilkan partai politik (parpol) karena memilih lewat jalur independen.
Namun, Ahok sendiri membantah hal itu.
Ia justru mengaku paling depan melawan upaya deparpolisasi karena suatu negara justru dibangun oleh partai politik.
“Saya yang paling depan melawan bila ada upaya deparpolisasi, karena dalam sejarah bangsa di dunia, termasuk Indonesia, suatu negara ada dan besar karena partai politik.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Kalau sekarang saya memilih jalur independen untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 itu karena UU memungkinkan warga negara boleh mencalonkan diri lewat jalur independen.
Artinya, calon independen diperbolehkan UU.
Dan saya tetap terbuka untuk dicalonkan oleh partai politik manapun, entah PPP, Gerindra, Golkar, PDIP, Nasdem dan sebagainya,” kata Ahok kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Kamis (10/3).
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolHal ini juga dibenarkan oleh Direktur Utama Survei Lintas Nusantara Emrus Sihombing.
Ia mengatakan, calon independen bukan berarti upaya mengerdilkan peran partai politik atau depaprpolisasi.
Calon independen justru sebagai tantangan dan motivasi bagi parpol untuk berbenah diri agar mampu melahirkan pemimpin yang melampaui kualitas calon independen.
Emrus Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/3) mengatakan itu guna menanggapi tuduhan bahwa Ahok melakukan upaya deparpolisasi dengan mencalonkan diri untuk maju dalam Pilkada DKI melalui jalur indenpenden.
Menurut Enrus Sihombing, rakyat justru diuntungkan dengan calon independen karena mendapatkan pemimpin yang lebih berkualitas dibanding calon yang diajukan partai politik.
Apalagi dari pengalaman selama ini, banyak calon pemimpin yang diajukan partai politik justru tidak sesuai dengan keinginan masyarakat karena kualitasnya tidak terjamin.
Dengan adanya calon independen, menurut Emrus, rakyat tidak aan membeli kucing dalam karung, seperti yang terjadi pada era Orde Baru.
Emrus sendiri yakin, Pilgub DKI 2017 tetap akan dinamis dan tidak serta merta saat ini Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berdasarkan survei-survesi meraih peringkat pertama tetap mampu bertahan.
Sebab, DKI merupakan wilayah dengan rakyat yang terdidik.
Mereka merupakan pemilih yang rasional, bukan emosional.
Dan pemilih rasional sangat mudah beralih atau berpindah pilihan kalau dalam pemahaman rasional mereka ada sesuatu yang salah.
Dikatakan, semakin mendekati pemilu, para calon akan semakin memperkuat diri untuk meraih suara.
Dan di sisi lain, para calon akan memberikan perlawanan kepada Ahok dengan mengangkat sejumlah isu yang memojokkan.
Ia memberi contoh, kasus dugaan korupsi pembelian RS Sumber Waras yang saat ini masih terkatung-katung, kemudian isu penggusuran yang dinilai tidak manusiawi, penyerapan anggaran dan tidak jelasnya peta ruang terbuka hijau yang menjadi alasan Ahok untuk menggusur.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Inilah Kronologi Kebakaran di R.S. Mintoharjo
Upacara Melasti, Upacara Pensucian Diri Sebelum Nyepi
Yuk, Kita Buat Kacamata Gerhana Sendiri
Masyarakat Indonesia Sangat Antusias Melihat Gerhana Matahari Total
Menteri Agama: Tawur Agung Kesanga, Rekatkan Persatuan Antar Umat Beragama
Panitia Nyepi DIY Audiensi di Kantor Harian BERNAS
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di nasional
Semantic Authority Linker
Inilah Kronologi Kebakaran di R.S. Mintoharjo
Upacara Melasti, Upacara Pensucian Diri Sebelum Nyepi
Yuk, Kita Buat Kacamata Gerhana Sendiri
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda