Loyalitas Teman Ahok Mendukung Ahok Lewat Jalur Independen

JAKARTA, HarianBernas.com ? Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok melakukan kejutan dengan bertarung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen.
Ahok lebih mengandalkan kekuataan para relawan yang berasal dari masyarakat sipil yang bernama “Teman Ahok” daripada merangkul partai politik.
Biasanya, jika seorang kepala daerah hendak bertarung lewat dukungan partai politik, kepala daerah tersebut harus membayar ?mahar?
untuk dapat dimenangkan atau istilahnya biaya pemenangan.
Namun berbeda dengan “Teman Ahok”, sebagai kelompok yang sukarela mendukung Ahok, para “Teman Ahok” malah membiayai sendiri biaya kegiatan operasionalnya.
“Teman Ahok” menggalang dana melalui penjualan merchandise melalui beberapa booth di Jakarta dan juga melalui situs resmi mereka yaitu TemanAhok.com.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifDari hasil penggalangan dana, yang semula adalah 500 ribu, saat ini telah terkumpul 797 juta rupiah.
Melalui jalur independen ini Ahok akan berpasangan dengan Heru Budi Santoso, yaitu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta.
Heru mendampingi Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017.
Dilansir dari TribunTimur.com, pengamat politik dari lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, mengatakan, tidak ada pengaruh luar biasa bagi Ahok ketika akhirnya memilih maju lewat jalur independen dan berpasangan dengan Heru.
Karena siapapun calon pasangan Ahok, elektabilitas Ahok sudah tinggi untuk mendongkrak dukungan pasangan ini.
“Dengan siapapun Ahok berpasangan, modal utamanya tetap elektabilitas Ahok,” kata Hasan ketika dihubungi, Senin (7/3/2016).
Hasan menambahkan, terlebih lagi, masyarakat Jakarta bukan masyarakat yang berpatokan pada partai dalam memilih pemimpinnya.
Yang dimaksud adalah, kader partai juga akan sama-sama berada di tingkat akar rumput, dimana pilihan masyarakat terhadap calonnya tetap diputuskan oleh dirinya sendiri bukan dari partainya.
Di Indonesia, identitas kepartaian hanyalah 15%, tidak terlalu menjadi prioritas seseorang dalam memilih.
Hal ini juga dibuktikan dari pemilu kepala negara yang dilakukan serentak di Indonesia pada tanggal 9 Desember 2015 yang lalu juga menunjukkan bahwa partai yang menjadi pemenang dalam pemilu belum lantas menang dalam pemilihan kepala negara.
Terlebih lagi, dalam berbagai survey, nama Ahok masih menjadi yang teratas sebagai calon gubernur pilihan masyarakat dengan elektabilitas yang paling tinggi.
Kita tunggu saja kiprah dari “Temah Ahok” dalam mendukung Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta di masa mendatang.
Â
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Inilah Kronologi Kebakaran di R.S. Mintoharjo
Upacara Melasti, Upacara Pensucian Diri Sebelum Nyepi
Yuk, Kita Buat Kacamata Gerhana Sendiri
Masyarakat Indonesia Sangat Antusias Melihat Gerhana Matahari Total
Menteri Agama: Tawur Agung Kesanga, Rekatkan Persatuan Antar Umat Beragama
Panitia Nyepi DIY Audiensi di Kantor Harian BERNAS
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di nasional
Semantic Authority Linker
Inilah Kronologi Kebakaran di R.S. Mintoharjo
Upacara Melasti, Upacara Pensucian Diri Sebelum Nyepi
Yuk, Kita Buat Kacamata Gerhana Sendiri
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Menyelaraskan Kurikulum dengan Program Asta Cita
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda