Bedah Buku “Pemimpin Kekinian dan Visioner”, Soroti Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menggelar bedah buku Pemimpin Kekinian dan Visioner – Pentingnya Regenerasi pada Kamis, 9 April 2026 di Ruang Seminar Pdt.
Dr. Harun Hadiwijono.
Kegiatan ini menghadirkan Romo Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D.
sebagai narasumber yang membedah gagasan utama dalam buku tersebut sekaligus membuka ruang diskusi mengenai kepemimpinan di tengah dinamika global.
Buku yang ditulis oleh Irjen Pol.
(Purn.) Drs.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Yohanes Wahyu Saronto, M.Si., mantan Kapolda DIY sekaligus Dewan Penyantun UKDW ini, diterbitkan oleh Penerbit ANDI Yogyakarta pada tahun 2025 dengan tebal 174 halaman.
Karya ini merangkum pengalaman, refleksi, dan analisis penulis terkait berbagai model kepemimpinan kontemporer, mulai dari kepemimpinan strategis, partisipatif, hingga digital, dengan penekanan pada pentingnya regenerasi dan keberlanjutan nilai kepemimpinan lintas generasi.
Dalam buku tersebut, penulis menegaskan bahwa kepemimpinan masa kini tidak cukup hanya responsif terhadap persoalan yang ada, tetapi juga harus mampu membaca arah perubahan dan membentuk masa depan.
Tanpa kepemimpinan yang kekinian dan visioner, organisasi berisiko tertinggal bahkan mengalami disorientasi di tengah perubahan yang cepat.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifKepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang menjunjung integritas, konsistensi nilai, keteladanan moral, serta didukung kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Konsep regenerasi menjadi salah satu fokus utama dalam buku ini.
Regenerasi dipandang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan proses transformasi yang memastikan kesinambungan nilai, visi, dan kualitas kepemimpinan.
Penulis menekankan pentingnya peran pemimpin senior sebagai mentor serta perlunya sistem organisasi yang mampu mendukung proses alih generasi secara berkelanjutan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.
“Buku ini sangat-sangat menarik untuk saya pribadi, yang agak terombang-ambing dalam mencari arah, termasuk di perguruan tinggi,” ujar Romo Bagus, yang juga Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Ia menjelaskan, buku yang dibedahnya tak hanya membahas problematika kepemimpinan masa kini, tapi juga masa depan.
Termasuk apa yang menjadi tren berkelanjutan, seperti masalah AI dan proxy war.
“Saya dibimbing untuk memetakan perjalanan kepemimpinan yang makin kompleks, dan tidak bisa dihindari dengan menunda-nunda,” imbuh pimpinan Jesuit Provinsial Indonesia itu.
Buku ini menurut Bagus juga menjelaskan berbagai masalah kepemimpinan di dalam negeri, seperti adanya oligarki, politik dinasti, dan isu kepartaian.
Partai politik menurut dia belum bisa menemukan kader-kader yang benar-benar punya sifat kenegarawanan, dan hanya bekerja untuk kepentingan pribadi atau golongan.
“Tergantung kekuasaan periode tertentu,” imbuhnya.
Romo Bagus juga membahas bagian buku tentang pendidikan berbasis nilai, di mana penulisnya menjunjung tinggi kejujuran intelektual.
Namun fakta di lapangan tidaklah demikian, karena banyak kasus perebutan gelar guru besar di Indonesia dengan tidak etis dan tidak jujur, yang membuat beberapa kampus diturunkan statusnya karena pelanggaran.
Ini berawal dari kejujuran akademik yang tidak diperhatikan.
“Secepat kilat lulus doktornya,” kata dia. (den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
S1/D3 Tanpa Uang Kuliah — Bayar Hanya Setelah Dapat Kerja
UNMAHA Income Sharing Agreement: kuliah penuh, bayar 15% gaji 12 bulan setelah lulus. Kampus #1 pencetak entrepreneur di Yogyakarta.
Daftar Sekarang →Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JOGJA
Local Intelligence Node
UNMAHA Gelar Wisuda Program Sarjana 2025/2026, Serapan Kerja Tembus 95 Persen
Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Digelar untuk Penguatan Literasi di DIY
Living Law: Ikhtiar USHP FH UJB Menjawab Tantangan Hukum Perdata Kontemporer
Program Pascasarjana Magister, dan Doktor Hukum Universitas Borobudur Kebanjiran Mahasiswa
Strategi Akselerasi Talenta Digital Nasional Demi Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045
Strategi Transformasi Karir Digital UNMAHA Untuk Visi Indonesia Emas 2045
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di pendidikan
Semantic Authority Linker
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda