Tio Pakusadewo Cinta Mati dengan Film

HarianBernas.com –Â Banyak orang yang jatuh cinta kepada film, tetapi hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan kecintaannya kepada film.
Tio Pakusadewo merupakan salah satu orang yang telah membuktikan bahwa kekuatan cinta dapat mengantarkannya bertahan di dunia perfilman.
Ia menjatuhkan pilihan untuk terjun ke dunia perfilman secara sadar dan siap menanggung segala konsekuensinya.
Aktor senior yang bernama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo ini merupakan salah satu aktor senior yang mampu bertahan meskipun banyak pendatang baru yang bertalenta.
Aktor yang lahir pada 2 September 1963 ini mengaku bahwa dirinya tidak pernah berfikir sedikitpun untuk meninggalkan dunia perfilman.
Menurutnya, perjuangan yang paling berat untuk dapat bertahan di dunia seni peran adalah ketika dirinya berani untuk mengambil keputusan, dimana keputusan tersebut harus mengorbankan banyak hal, salah satunya adalah finansial.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifUntuk dapat bertahan, ia harus berani mengambil keputusan dengan mengambil peran yang dapat membuatnya semakin mencintai film, meskipun peran yang dipilihnya tidak membuatnya kaya.
Tio Pakusadewo telah mampu melewati masa-masa sulit ketika film Indonesia sedang dalam kondisi terpuruk.
Ia tetap optimis dapat hidup dengan bermain film.
Kecintaannya dengan dunia perfilman membuatnya tidak dapat berpaling dari film.
Ia sanggup menampik ketika dirinya ditawari untuk berperan di sebuah film, sedangkan peran tersebut tidak sesuai dengan hatinya.
Menurutnya, akting tidak dapat diukur dengan materi.
Nama Tio Pakusadewo mulai dikenal pada awal tahun 1990-an ketika dirinya berperan di film layar lebar yang berrtajuk Cinta Dalam Sepotong Roti yang merupakan arahan dari Garin Nugroho.
Tio Pakusadewa berhasil meraih Piala Citra di kategori aktor terbaik dalam acara Festival Film Indonesia yang diadakan pada tahun 1991, melalui perannya sebagai Aria, yang merupakan seorang komponis idealis dalam film yang bertajuk Lagu Untuk Seruni di tahun 1991.
Namun, bersamaan dengan terpuruknya kondisi perfilman Indonesia pada pertengahan 1990-an, nama Tio Pakusadewa tak terdengar lagi setelah terlibat masalah narkoba dan masalah pribadinya.
Pada tahun 2004, Tio kembali terjun ke dunia perfilman dengan berperan di film Virgin tahun 2004.
Setelah itu, ia mulai terlibat dengan pembuatan beberapa film karya anak bangsa.
Dan pada tahun 2009, ia berhasil kembali meraih Piala Citra di kategori aktor terbaik di ajang Festival Film Indonesia melalui perannya di film yang bertajuk Identitas.
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JOGJA
Local Intelligence Node
Booze Glory Gelar Tur 2026 di Indonesia
Ahmad Dhani Tantang Slank Untuk Diskusi Politik
Candi Jago, Candi Syiwa Budha Simpan Sejarah Panjang
Asal-usul Mie Aceh, Salah Satu Kelezatan Kuliner Nusantara
IBOMA Akan Menilai 10 Film Indonesia Terlaris
Cathy Sharon Kenal dengan Sosok yang Diduga Sebagai WIL Suaminya
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di entertainment
Semantic Authority Linker
Akting Bareng di Descendant of the Sun, Song Hye Gyo Kagumi Song Joong Ki
Konser Metaverse 2026: Artis Indonesia Mulai Jajaki Pertunjukan Virtual Berbayar dengan AR/VR
Rina Nose dan Fakhrul Razi Memilih untuk Menikah di Mekah
Jakarta Global City 2026: Transformasi Pusat Ekonomi Nasional Pasca Perpindahan Ibu Kota
Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Menuju Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Sejarah 2026
Sumbu Filosofis Yogyakarta 2026: Harmonisasi Heritage Digital dan Ekonomi Rakyat
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JOGJA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda