Onggy Hianata: AI Harus Memanusiakan Manusia, Bukan Menggantikan

JAKARTA, BERNAS.ID – Praktisi pengembangan diri Onggy Hianata menegaskan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Hal itu disampaikannya dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Program Sarjana Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) Tahun Akademik 2025/2026 di Royal Palm Cengkareng.
Dalam paparannya, Onggy menilai bahwa dunia saat ini tengah memasuki era teknologi paling canggih dalam sejarah.
Namun, kemajuan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hubungan antarmanusia.
“AI bukan lagi masa depan, tapi sudah terjadi sekarang.
Persoalannya, apakah kita juga menjadi lebih manusiawi?” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Baca Juga : Leadership 6.0 Jadi Kunci Hadapi Era AI, Akademisi: Pemimpin Harus Naik Level Kesadaran
Ia menyoroti fenomena meningkatnya koneksi digital yang justru diiringi dengan menurunnya kualitas interaksi sosial.
Menurutnya, semakin banyak orang terhubung secara virtual, namun di saat yang sama justru merasa semakin kesepian.
“Empat orang duduk di restoran, semuanya pegang handphone.
Itu tanda bahwa teknologi membuat kita semakin jauh,” katanya.
Onggy menegaskan, AI pada dasarnya hanyalah alat.
Dampaknya, baik atau buruk, sangat bergantung pada manusia yang menggunakannya.
Warta Pilihan Redaksi:
Mengenal Phygital Ecosystem: Masa Depan Media & Ekonomi KreatifIa mengibaratkan AI seperti uang yang tidak memiliki nilai moral, tetapi bisa menjadi baik atau buruk tergantung pemiliknya.
“AI tidak salah, teknologi tidak salah.
Yang menentukan adalah siapa yang memegang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengangkat konsep deep connection atau koneksi mendalam, yang menurutnya menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan di era digital.
Koneksi tersebut mencakup hubungan dengan diri sendiri, dengan orang lain, serta dengan tujuan hidup.
Baca Juga : Semikonduktor Dan Kecerdasan Buatan (AI) Mainkan Peran Dalam Kehidupan Modern
Onggy mengingatkan bahwa banyak generasi muda saat ini mulai kehilangan arah dan jati diri akibat terlalu bergantung pada teknologi, bahkan dalam hal berpikir dan mengambil keputusan.
Ia mencontohkan fenomena di mana anak-anak lebih memilih “curhat” kepada AI dibandingkan berkomunikasi dengan orang tua atau lingkungan sekitarnya.
“Kalau ini dibiarkan, kita bisa kehilangan humanity.
Manusia jadi pintar, tapi tidak bijak,” ujarnya.
Karena itu, Onggy mendorong pemanfaatan AI yang tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga mampu membangun karakter dan nilai kehidupan.
Ia menyebut, ke depan AI harus diarahkan untuk mendukung kesehatan mental, pendidikan berbasis personalisasi, hingga pengembangan manusia secara utuh.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa mahasiswa, khususnya di bidang teknologi, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan.
Mereka tidak hanya dituntut menjadi pengembang teknologi, tetapi juga pembentuk arah peradaban.
“Jangan hanya tanya ‘bisa dibuat atau tidak’, tapi tanya ‘apakah ini baik untuk manusia’,” katanya.
Di akhir orasinya, Onggy berpesan agar para lulusan tidak semata-mata mengejar kesuksesan materi.
Ia mengajak mereka untuk membangun karya dan bisnis yang memiliki nilai kemanusiaan.
“Hidup bukan hanya soal harta dan popularitas.
Lebih berarti kalau kita bisa berdampak bagi orang lain, bagi bangsa, bahkan dunia,” pungkasnya. (DID)
📊 Survei Kilat BERNAS
Bidang karir impian Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait JAKARTA
Local Intelligence Node
Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Bank Jakarta Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik
Panji Bangsa DKI Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Dorong Silaturahmi di Tingkat Wilayah
Perkuat Infrastruktur Energi Nasional, PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026
Balkoters Gelar Santunan, Anak Yatim Kebon Sirih Tersenyum Bahagia
Siswa Kolese Kanisius Tanam 1.000 Mangrove di Marunda
Belajar Dari Konflik Bersenjata, Urgensi Pengelolaan Ruang Udara Nasional Untuk Kedaulatan Negara
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di beragam
Semantic Authority Linker
Ancaman Polusi Udara dan Kesiapan Daerah Mengantisipasi
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Revolusi Regulasi AI Global 2026: PBB Sahkan Traktat Internasional Penggunaan Kecerdasan Buatan yang Etis
Update Indeks & Sentimen Pasar Lokal - Edisi Analisis 14 April 2026
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di JAKARTA?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda