Edisi jakarta
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

Edisi Hyperlocal: JAKARTA
JAKARTA

Kapolresta Sleman Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoaks Merespon Musisi dan UMKM yang Mundur di Rans Carnival

Oleh: Paulus Yesaya Jati•31 Oktober 2026
Kapolresta Sleman Imbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoaks Merespon Musisi dan UMKM yang Mundur di Rans Carnival
Foto: (foto: Ist)
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo membantah hoaks pengerahan massa dan pembagian uang di Rans Carnival serta mengimbau masyarakat tidak terpancing."
Polresta Sleman Yogyakarta

🗓️ Dipublikasikan pada 31 Oktober 2026.

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pasca mundurnya sejumlah musisi hingga pelaku UMKM dari event Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo Sleman, muncul pesan berantai yang mencatut nama Kapolresta Sleman, AKBP Dhimas Prasetyo pada tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Pesan Berantai yang Beredar

Pesan berantai yang beredar di media sosial memuat skema pengumpulan warga dan pembagian uang untuk pengerahan massa ke acara tersebut. Keputusan mundurnya para musisi dan UMKM tersebut disampaikan melalui akun media sosial masing-masing. Beberapa musisi yang mengumumkan pengunduran diri di antaranya Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton.

Bantahan Pihak Kepolisian

Kapolresta Sleman, AKBP Dhimas Prasetyo, menegaskan pihak kepolisian secara tegas membantah adanya pengerahan massa maupun pembagian uang belanja senilai Rp50.000 untuk meramaikan acara Rans Carnival di Stadion Maguwoharjo.

Pernyataan AKBP Dhimas Prasetyo

"Saya tegaskan, kami dari kepolisian hanya mengamankan lokasi kegiatan bukan seperti yang dimaksud pengerahan massa untuk datang ke lokasi," tutur AKBP Dhimas. Polresta Sleman menegaskan kehadiran polisi di lokasi hanya untuk pengerahan personel pengamanan resmi atas permohonan penyelenggara, bukan memobilisasi warga.

"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Yogyakarta dan Sleman agar tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif di tengah polemik terkait acara tersebut," tegas AKBP Dhimas.

Keterangan Kasi Humas Polresta Sleman

Sementara Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menegaskan institusinya tidak pernah terlibat dalam skema pengerahan massa maupun pembagian uang tunai seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut.

“Perlu kami tegaskan, Polresta Sleman tidak pernah melakukan pengerahan massa. Yang dilakukan adalah pengerahan personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat,” tukasnya. Dikatakannya, setiap ada kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polresta Sleman, pihaknya selalu hadir melaksanakan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. "Hal tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat," tutupnya.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram