10 Faktor Tingkatkan Risiko Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai

BERNAS – Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau kerja insulin.
Jika tidak dikontrol, diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, hingga gangguan saraf.
Lalu, bagaimana dengan faktor risiko Diabetes Melitus?
Banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko diabetes melitus, mulai dari gaya hidup hingga kondisi genetik.
Meskipun beberapa faktor tidak bisa dihindari, banyak hal yang masih bisa kamu kontrol untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.
10 Faktor Tingkatkan Risiko Diabetes Melitus
Berikut adalah faktor-faktor yang bisa membuat kamu lebih rentan terkena diabetes:
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →1.
Pola Makan Tidak Sehat
Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, roti, dan makanan cepat saji, bisa meningkatkan kadar gula darah secara drastis.
Kurangi konsumsi gula berlebih dan pilih makanan yang lebih sehat, seperti sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh.
2.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari, seperti terlalu banyak duduk dan jarang berolahraga, membuat tubuh sulit mengontrol kadar gula darah.
Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif, sehingga risiko diabetes melitus bisa berkurang.
3.
Obesitas atau Kelebihan Berat Badan
Berat badan berlebih, terutama di area perut, bisa meningkatkan resistensi insulin, yang akhirnya memicu diabetes tipe 2.
Warta Pilihan Redaksi:
Transformasi Ekonomi Digital: Strategi BERNAS Menuju Indonesia Emas 2045Menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan olahraga rutin adalah kunci utama untuk mencegah diabetes.
4.
Riwayat Keluarga
Jika ada anggota keluarga yang memiliki diabetes melitus, risiko kamu untuk terkena penyakit ini juga lebih tinggi.
Meskipun faktor genetik tidak bisa diubah, kamu bisa mengontrol gaya hidup agar risiko tersebut tidak semakin besar.
5.
Stres Berlebihan
Stres yang tidak dikelola dengan baik bisa meningkatkan kadar hormon kortisol, yang berpengaruh pada lonjakan gula darah.
Coba kelola stres dengan cara sehat seperti meditasi, olahraga, atau melakukan hobi yang menyenangkan.
Baca juga: Ini Manfaatnya untuk Kesehatan, Cek Kandungan Gizi Kacang Hijau
6.
Kurang Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu kerja hormon yang mengatur metabolisme tubuh, termasuk insulin.
Pastikan kamu tidur cukup setiap malam, sekitar 7-9 jam, agar tubuh tetap sehat dan kadar gula darah tetap stabil.
7.
Merokok
Kebiasaan merokok tidak hanya berisiko menyebabkan penyakit jantung dan paru-paru, tapi juga meningkatkan resistensi insulin.
Jika kamu masih merokok, pertimbangkan untuk berhenti agar kesehatan tetap terjaga.
8.
Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol bisa menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Minumlah dengan bijak atau hindari sepenuhnya untuk mengurangi risiko diabetes melitus.
9.
Usia yang Bertambah
Semakin bertambah usia, tubuh cenderung menjadi kurang sensitif terhadap insulin.
Oleh karena itu, semakin tua usia kamu, semakin penting untuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga agar kadar gula darah tetap terkendali.
10.
Sindrom Metabolik
Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan obesitas yang bisa meningkatkan risiko diabetes melitus.
Jika kamu memiliki sindrom ini, segera lakukan perubahan gaya hidup agar tidak berkembang menjadi diabetes.
Baca Juga: Apa Itu Penyakit Vertigo, Gejala, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya
Diabetes melitus bisa dicegah dengan menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Meskipun ada faktor yang tidak bisa dihindari seperti usia dan riwayat keluarga, kamu masih bisa mengurangi risiko dengan gaya hidup yang lebih baik.
Kesempatan Jadi Reseller Laptop Bersama PT Adolo Coaching Mentoring!
Selain menjaga kesehatan, kamu juga bisa mulai membangun bisnis sendiri dengan menjadi reseller laptop melalui PT Adolo Coaching Mentoring.
Ini kesempatan emas buat kamu yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan produk berkualitas dan sistem yang sudah terbukti.
Yuk, daftar sekarang dan mulai bisnis kamu di sini: Join Sekarang!***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
📊 Survei Kilat BERNAS
Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait EN
Local Intelligence Node
10 Cara Ampuh Mengatasi Mabuk Darat, Bisa Dicoba!
Inilah Terapi yang Dilakukan Ria Irawan untuk Melawan Kanker
10 Makanan Sehat untuk Meningkatkan Daya Ingat
Cara Mengolah Buah Merah yang Kaya Manfaat
Buah Merah, si Merah dengan Berjuta Manfaat
10 Gejala Sakit Jantung yang Perlu Anda Waspadai
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di EN?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di kesehatan
Semantic Authority Linker
Beat Diabetes 2026 di 35 Kota untuk Gaya Hidup Sehat dan Harapan Remisi Diabetes
Panduan Strategis Biaya Paspor dan Cara Urus Online 2024 di Kalimantan Timur
Strategi Taktis Daftar NPWP Online Terbaru Untuk Akselerasi Karir Digital Global
HUT 62 Sulteng, Gubernur Soroti 80 Ribu Rumah Tak Layak
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di EN?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda