Toni Kroos, Gelandang Top Passing yang Ingin Pensiun di Madrid

BERNAS.
ID – Gelandang top passing milik Real Madrid, Toni Kroos baru saja mengumumkan pensiun dari Timnas Jerman pada Jumat (2/7/2021) lalu, tak lama setelah negaranya tersingkir di babak 16 besar Piala Eropa 2020 di tangan Inggris.
Kabarnya pemain berusia 31 tahun itu ingin lebih fokus membela Real Madrid di sisa karir profesionalnya.
Sejauh ini kontrak Kroos di Santiago Bernabeu, Stadion Real Madrid, masih terikat hingga Juni 2023.
Jika kontraknya telah habis, Kroos telah memberi sinyal jika ia bersedia memperpanjang kontraknya bersama Real Madrid untuk musim yang lebih lama lagi.
Baca juga: Biografi Dani Ceballos, Midfielder Menunjukan Permainan Impresif Usai Kembali Dari Masa Peminjaman
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Bayar Setelah Kerja!
Program S1/D3 di UNMAHA dengan Income Sharing Agreement. Tanpa biaya kuliah, bayar 15% dari gaji setelah bekerja.
Daftar Sekarang — Gratis →Bahkan melansir laporan Football Espana, pemain asal Greifswald, Jerman itu bertekad untuk gantung sepatu di Real Madrid.
Kroos telah menjadi bagian penting Real Madrid selama delapan musim sejak ia bergabung dari Bayern Munchen pada 2014 lalu, dan itu merupakan masa yang sangat sukses bagi pemain kelahiran 1990 itu.
Bersama Los Blancos, Kroos telah memenangkan tiga gelar La Liga, tiga gelar Liga Champions dan beberapa trofi bergengsi lainnya.
Lalu seperti apa profil dan kisah perjalanan karir seorang Toni Kroos sebagai gelandang andalan Real Madrid?
Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Tentang Toni Kroos
Nama Lengkap : Toni Kroos
Tempat Lahir : Greifswald, Jerman
Tanggal Lahir : 4 Januari 1990
Kebangsaan : Jerman
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Real Madrid
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 8 Gelandang
Tinggi Badan : 183 cm
Kekuatan Tendangan: Kaki Kanan
Nama Instagram: @toni.kr8s
Kehidupan Masa Kecil dan Karir Toni Kroos di Akademi
Greifswald, Jerman menjadi saksi kelahiran Toni Kroos pada 4 januari 1990.
Bersama saudara lelakinya bernama Foni Kroos, ia lahir di tengah tengah keluarga atlet dengan kehidupan yang serba kecukupan.
Ayahnya Roland Kroos merupakan mantan pegulat profesional dan pelatih sepakbola, sementara ibunya, Birgit Kammer adalah mantan pemain bulutangkis.
Melihat latar belakang dari keluarganya, tak dipungkiri jika darah atlet mengalir di tubuh Kroos.
Kroos mengawali karir sepak bolanya, ketika orang tuanya mendaftarkan sang anak untuk bergabung bersama tim lokal bernama Greifswalder SC saat usianya 7 tahun.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolTak berselang lama, ia kemudian pindah ke akademi Hansa Rostock tahun 2002.
Di sana ia menempa diri hingga 2006, kerja kerasnya di atas rumput hijau akhirnya berbuah manis ketika ia mendapat tawaran bergabung dengan klub raksasa Jerman, Bayern Munchen di usia 16 tahun.
Meski harus bergabung dengan tim junior terlebih dulu, nyatanya bakatnya tak bisa terbendung.
Kemahirannya dalam menguasai teknik sepak bola, membuatnya cepat merangsak naik ke tim muda, sebelum akhirnya melakukan debut bersama skuat utama Bayern Munchen pada 2007.
Kala itu usianya 17 tahun, Kroos mendapat promosi ke tim senior Bayern dan melakoni laga debutnya di Bundesliga pada 26 September 2007 melawan Energie Cottbus.
Pada musim itu, Kroos tampil dalam 20 laga dan mencetak 1 gol di semua ajang.
Baca juga: Playmaker Berbakat Real Madrid, Isco Alarcon Putuskan Bakal Hengkang ke Sevilla
Catatan Impresif Sebagai Pemain Pinjaman
Guna meningkatkan intensitas bermain, pada Januari 2009, die Bavarian, julukan Munchen, kemudian meminjamkan talentanya itu ke Bayern Leverkusen untuk jangka waktu 18 bulan.
Tiba di Bay Arena, markas Leverkusen, ia melakukan debut pada 28 Februari sebagai pengganti dalam kekalahan 1-0 melawan Hannover 96.
Musim 2009/10, Kroos bermain reguler di tim Leverkusen.
ia mengakhiri musim dengan sembilan gol dan 12 assist dari 33 pertandingan.
Kembali dari masa peminjaman pada 2010, ia mulai menjadi andalan untuk lini tengah Bayern Munchen pada musim 2010/11.
37 penampilan di semua kompetisi mengakhiri musim itu.
Pada musim-musim berikutnya namanya semakin kerap mengisi starting line up die Bavarian.
Bersama die Bavarian, Kroos telah melakoni total 205 laga dan mencetak 25 gol di semua ajang.
Ia juga membantu Bayern Munchen memenangkan 3 Trofi Bundesliga, 2 trofi DFB Pokal, 1 trofi piala super jerman, 1 gelar liga Champions dan 1 trofi piala dunia antar klub.
Baca juga: Mengnal Perjalanan Karir Fabinho, Si Pemain Multitalenta Lini Belakang The Reds
Andalan Lini Tengah Real Madrid dari Musim ke Musim
Pasca bermain gemilang bersama Bayern Munchen, Kroos direkrut oleh Real Madrid pada 2014 untuk mengisi lini tengah.
Dalam memuluskan kepindahannya ke Santiago Bernabeu, Los Blancos kala itu harus merogoh kocek sebesar 24 juta poundsterling atau sekitar Rp 480 miliar.
Debutnya bersama Real Madrid terjadi ketika melawan Sevilla di piala super UEFA.
Sementara itu, gol pertama yang berhasil ia cetak untuk Real Madrid teradi dalam kemenangan 5-1 atas Rayo Vallecano.
Musim pertamanya bersama Los Blancos, ia bermain dalam 55 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 2 gol.
Musim berikutnya penampilannya makin gemilang dengan membantu Real madrid memenangi Liga Champions Eropa.
Baca juga: Alexander Arnold, Bek Liverpool yang Pecahkan Rekor Assist Guiness World Records
Memiliki Julukan “Garcon”
Selama bermain di Liga Champions, ia terlibat dalam 12 pertandingan.
Gelar tersebut juga menandainya sebagai orang Jerman pertama yang mengangkat trofi Liga Champions di dua klub berbeda, yaitu Bayern Munchen dan Real Madrid.
Sejak saat itu ia menjadi pemain andalan lini tengah Los Blancos mengarungi kompetisi dari musim ke musim.
Perannya cukup vital sebagai pengatur ritme permainan.
Kroos dikenal memiliki akurasi operan, teknik, tendangan jarak jauh, dan umpan bola matinya yang akurat.
Bahkan ketika masih di Bayern Munchen, karena begitu briliannya passing Kroos, ia mendapat julukan ‘Garcon’ atau yang berati sang pelayan.
Bersama Los Blancos, Kroos telah memainkan 361 pertandingan, dengan catatan 24 gol dan 83 assist sejak debutnya pada 2014.
Ia juga telah membantu Real Madrid memenangkan tiga gelar La Liga, tiga gelar Liga Champions dan beberapa trofi bergengsi lainnya.
Baca juga: Menilik Karir Panjang Jordan Henderson Sang Kapten Liverpool
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tren Kerja Remote Menurun, Perusahaan Teknologi di Indonesia Kembali Wajibkan WFO Mulai April 2026
Kebangkitan Kuliner Lokal 2026: Strategi Digital UMKM Yogyakarta Tembus Pasar Nasional Melalui Optimasi Rantai Pasok
Festival Budaya Nusantara 2026 Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan Digital Melalui Metaverse
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di olahraga
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda