Kuota Haji Sulteng Turun 240 Orang Tahun Ini

Palu, Bernas.id — Kuota haji Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2026 berkurang sebanyak 240 orang, dari 1.993 menjadi 1.753 jamaah.
Penurunan ini dipicu perubahan skema pembagian kuota nasional oleh Kementerian Haji dan Umrah yang kini berbasis daftar tunggu (waiting list).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Tengah, H.
Muchlis, S.Ag., M.Pd, menyatakan kebijakan baru tersebut menetapkan masa tunggu haji seragam di seluruh Indonesia selama 26 tahun.
“Selama ini masa tunggu di Sulteng sekitar 21 tahun, lebih rendah dibanding sejumlah provinsi lain.
Dengan rumus baru berbasis daftar tunggu, kuota kita otomatis berkurang,” ujar Muchlis, Jumat (17/4).
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolIa menjelaskan, jumlah daftar tunggu haji di Sulteng sekitar 45.000 orang, lebih kecil dibanding provinsi lain seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang memiliki antrean jauh lebih panjang.
Kondisi tersebut membuat daerah dengan daftar tunggu tinggi memperoleh tambahan kuota.
“Semakin tinggi daftar tunggu, semakin besar peluang penambahan kuota.
Sebaliknya, daerah dengan antrean lebih pendek seperti Sulteng mengalami pengurangan,” katanya.
Kebijakan ini juga menghapus praktik perpindahan pendaftaran antarprovinsi.
Sebelumnya, calon jamaah dari daerah dengan masa tunggu panjang kerap mendaftar di provinsi dengan antrean lebih singkat.
Kini, seluruh provinsi memiliki standar masa tunggu yang sama.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi menetapkan bahwa seluruh jamaah wajib menggunakan visa haji resmi.
Tidak ada lagi penggunaan visa non-haji untuk pelaksanaan ibadah haji guna meningkatkan ketertiban penyelenggaraan.
Meski kuota berkurang, pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan aman dan lancar.
Otoritas Arab Saudi juga menjamin kondisi keamanan kawasan tidak memengaruhi penyelenggaraan haji tahun ini.
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Dapatkan Top 100 Weekly Brief Langsung ke Email Anda
Setiap Senin pagi: ranking terbaru brand & pemimpin Indonesia, tren industri, dan content angle yang bisa langsung dieksekusi.

Program Career Accelerator UNMAHA
Akselerasi karir global Anda lewat program Teaching Factory. Kuliah S1/D3 dengan jaminan penempatan kerja.
Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Film “Pesta Babi” Diputar di Asrama Mahasiswa Papua Jogja, Memunculkan Banyak Pertanyaan
Kakanwil Kemenhaj Sulteng Ucapkan HUT ke-62 Provinsi Sulteng
Trah Sultan HB II Desak Presiden Prabowo Subianto Kembalikan 16.000 HA Hutan Jati Milik Keraton Yogyakarta
Kakanwil Kemenhaj Sulteng Terima Kunker Komisi VIII DPR RI
Sumur Bor Rusak, Irigasi di Kalasan Terganggu
Durian Sulteng Tembus Tiongkok, Gubernur Bangga
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di daerah
Semantic Authority Linker
Film “Pesta Babi” Diputar di Asrama Mahasiswa Papua Jogja, Memunculkan Banyak Pertanyaan
Kakanwil Kemenhaj Sulteng Ucapkan HUT ke-62 Provinsi Sulteng
Trah Sultan HB II Desak Presiden Prabowo Subianto Kembalikan 16.000 HA Hutan Jati Milik Keraton Yogyakarta
Reformasi Strategis Koperasi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
Strategi Modernisasi Koperasi Nasional Menuju Visi Indonesia Emas 2045
Transformasi Karir Digital: Strategi Menuju Indonesia Emas 2045 melalui Sektor Media
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Lanjutkan Literasi Strategis Anda