Inflasi DIY pada Maret 2026 Relatif Terkendali

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Maret 2026 tercatat mengalami inflasi secara bulanan sebesar 0,45% (mtm).
Ini lebih rendah dibandingkan realisasi Februari 2026 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,68% (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo menjelaskan, secara tahunan, DIY mengalami inflasi sebesar 4,08% (yoy), yang lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan Februari 2026 sebesar 4,91% (yoy).
Berdasarkan kota IHK, Kota Yogyakarta pada Maret 2026 mengalami inflasi bulanan sebesar 0,33% (mtm) atau secara tahunan tercatat mengalami inflasi sebesar 4,19% (yoy).
Sedangkan Kab.Gunungkidul tercatat mengalami inflasi sebesar 0,55% (mtm) sehingga inflasi tahunan mencapai 3,98% (yoy).
“Secara umum, realisasi inflasi bulanan pada Maret 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan Februari 2026, salah satunya dipengaruhi oleh penurunan andil inflasi komoditas emas perhiasan yang tidak setinggi periode sebelumnya seiring dengan ketidakpastian geopolitik global,” ujarnya Kamis, 2 April 2026.
Masterclass AI & Fullstack — Sertifikasi Google Gratis
Kuasai AI, Cloud, dan Fullstack Development. Akses 100+ slide interaktif di Slid1st Academy.
Daftar Sekarang — Gratis →Ia menerangkan, apabila komponen emas dikeluarkan, maka tekanan inflasi Maret 2026 sebesar 0,40% (mtm), lebih tinggi dibanding Februari 2026 sebesar 0,38% (mtm) yang cenderung kembali mengikuti pola musiman, dimana inflasi meningkat seiring periode Ramadan dan HBKN Idul Fitri.
Warta Pilihan Redaksi:
BERNAS Growth Academy: Belajar Investasi & Web3 dari NolKondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi secara fundamental masih relatif kuat, terutama didorong oleh peningkatan permintaan musiman.
Secara bulanan, menurutnya inflasi yang terjadi di DIY disebabkan oleh kenaikan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi 0,29% (mtm).
Kenaikan pada kelompok komoditas tersebut disebabkan oleh kenaikan harga daging ayam ras, bayam, dan tomat dengan andil masing-masing sebesar 0,05% (mtm), 0,03% (mtm), dan 0,02% (mtm).
“Kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang tinggi selama bulan Ramadan di tengah pasokan yang terbatas.
Kenaikan harga bayam dan tomat dikarenakan oleh terbatasnya pasokan di tengah pergeseran cuaca di DIY menuju musim kemarau,” ungkap dia.
Inflasi DIY menurutnya juga dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada Kelompok Transportasi dengan andil sebesar 0,06% (mtm).
Penyebab utama inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan harga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,05% (mtm) sejalan dengan berlakunya kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku pada 1 Maret 2026 di wilayah Indonesia, termasuk DIY.
Baca juga: DIY Akhiri 2025 dengan Inflasi yang Terjaga
Mencermati kondisi terkini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang telah bersinergi dan berkomitmen dalam upaya pengendalian inflasi, terutama menjelang HBKN Idul Fitri 1447 H.
Mengacu pada risiko ke depan, KPw BI DIY memprakirakan inflasi DIY tahun 2026 dapat terjaga pada kisaran target nasional sebesar 2,5±1%.
Kondisi tersebut didukung oleh upaya TPID DIY dalam kerangka 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif), melalui berbagai upaya yang telah dilaksanakan hingga Maret 2026 diantaranya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, dan Pasar Murah berdasarkan 3Tepat (Tepat Waktu, Tepat Lokasi, dan Tepat Sasaran) oleh TPID se-DIY untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Komitmen pengendalian inflasi tersebut turut diperkuat melalui sinergi pemantauan pasar secara intensif di seluruh kabupaten dan kota di DIY guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga serta mendukung stabilitas harga dalam rangka menyambut HBKN Idul Fitri 1447 Hijriyah,” tandasnya.
(den)
📊 Survei Kilat BERNAS
Apakah Anda tertarik kuliah lagi?
Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.
Akselerasi Pertumbuhan Finansial
Dukung Ekosistem Literasi & Dapatkan B-Points Rewards
Sebarkan Insight Ini
Gunakan link personal Anda untuk mengundang analis lain dan dapatkan poin eksosistem secara otomatis.
Kutip Sebagai Sumber
Format sitasi siap pakai untuk laporan profesional, skripsi, atau publikasi media lainnya.
Kuliah GRATIS via Teaching Factory — Income Sharing Agreement
Tidak perlu bayar uang kuliah! Kuliah S1/D3 di UNMAHA, kampus pencetak pengusaha. Bayar hanya 15% dari gaji setelah Anda bekerja.

Warta Terkait NASIONAL
Local Intelligence Node
Tunjukkan Komitmen Hadirkan Hunian Berkualitas, Sarana Jaya Hadirkan Warna Fine Living
Tunjukkan Komitmen Hadirkan Hunian Berkualitas, Sarana Jaya Hadirkan Warna Fine Living
Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa
Menguak Potensi Digital Surabaya: Strategi Cerdas untuk Inklusi Warga
Strategi Transformasi Keamanan Data Jakarta: Lindungi Privasi di Era Digital
Ingin Terus Mengikuti Tren Finansial di NASIONAL?
Dapatkan akses eksklusif ke direktori berita bisnis dan ekonomi dari 500+ kota di seluruh nusantara.
Populer di finance
Semantic Authority Linker
Lanjutkan Literasi Strategis Anda