Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia

Oleh: Redaksi Bernas•4 Oktober 2021
Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia..."

🗓️ Dipublikasikan pada 4 Oktober 2021.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita finansial terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan peranan perempuan menjadi perhatian karena dinilai menjadi salah satu kunci pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyeluruh. Pasalnya, sektor ini berkontribusi signifikan sebesar 60% pada Produk Domestik Bruto Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja. Lebih lanjut, perlu disadari bahwa terdapat peran besar perempuan pada UMKM dengan lebih dari separuh UMKM digerakkan atau dimiliki oleh perempuan.

Besarnya peranan perempuan juga terbukti melalui upaya pengembangan UMKM yang telah dijalankan selama ini oleh PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) melalui payung program Sampoerna untuk Indonesia.

Dari 150.000 toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), 57 persen diantaranya adalah milik perempuan.

Sementara, pada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang telah membina lebih dari 54.500 UMKM, lebih dari 50 persen digerakkan atau dimiliki oleh perempuan.

Hal ini mendasari inisiatif Sampoerna untuk dalam melanjutkan upaya pengembangan UMKM dengan mengadakan program Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia. Khususnya di masa pandemi, pemberdayaan UMKM serta peranan perempuan di dalamnya menjadi perhatian Sampoerna dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

BACA JUGA: ihsg-turun-349-persen-ke-5098-624-saham-terkoreksi-2026-10-29" class="text-lg md:text-xl font-bold font-headline text-slate-900 hover:text-primary transition-colors leading-tight block"> IHSG Turun 3,49 Persen ke 5.098, 624 Saham Terkoreksi

Rangkaian kegiatan SAPA Untuk Indonesia dimulai pada tanggal 20 September 2021 dan berisi berbagai kelas pelatihan yang disesuaikan untuk kebutuhan pelaku UMKM seperti e-commerce, pemasaran digital, promosi, manajemen keuangan, serta kompetisi digital untuk mengasah kemampuan digital mereka. 

Baca Juga : Presiden Jokowi Minta Kredit UMKM Ditingkatkan hingga 30 Persen

SAPA Untuk Indonesia ditutup dengan webinar yang berlangsung pada tanggal 5-6 Oktober 2021 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari mulai pembuat kebijakan, pemimpin bisnis lokal hingga pelaku UMKM untuk membahas tantangan dan kesempatan yang ada di Indonesia untuk mengembangkan UMKM secara lebih lanjut, khususnya untuk memberdayakan pelaku UMKM perempuan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir secara virtual untuk membuka webinar SAPA Untuk Indonesia menyebutkan peran Pemerintah mendukung UMKM serta peranan perempuan dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

“Pemerintah memberikan alokasi anggaran senilai Rp 95,13 triliun yang dimanfaatkan antara lain untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), perluasan kredit modal kerja, restrukturisasi dan penjaminan kredit UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, dan fasilitas lainnya,” ujar Menko Airlangga dalam sambutannya, Selasa (5/10/2021).

Menurut Menko Airlangga, UMKM menyerap Rp 32,72 triliun, lebih dari separuh dari realisasi program PEN senilai RP 61,62 triliun.

Assessment Interaktif Cepat

Jawab 3 Pertanyaan & Skor Dihitung AI

Q1.Apa tujuan utama Anda terkait pendidikan & karir saat ini?

Khususnya, pada kategori KUR super mikro di mana lebih dari 90 persen penerima manfaatnya adalah perempuan.

“Kita perlu melakukan kolaborasi antar stakeholder dan membekali UMKM dengan akses pasar, akses finansial, dan akses teknologi dengan pemberdayaan maupun pendidikan. Semoga kita bisa mendorong semangat UMKM perempuan untuk bangkit, maju bersama, menjadi UMKM yang tangguh dan dapat naik kelas,” imbuh Airlangga. 

Sementara, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja para pengusaha berskala mikro, kecil, dan menengah, salah satunya melalui upaya digitalisasi.

“Kita terus mendorong UMKM agar go digital, dan target kita di 2024 adalah 30 juta UMKM sudah go digital. Saat ini baru sekitar 15,9 juta UMKM yang sudah terhubung ke ekosistim digital, atau sekitar 24 persen.

Angka ini tumbuh 99 persen jika dibandingkan pada awal 2020 atau sebelum pandemi,” kata Teten.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Urusan Eksternal Elvira Lianita mengungkapkan, komitmen berkelanjutan Sampoerna dalam mengembangkan UMKM, khususnya UMKM perempuan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Ia mengambil contoh besarnya peran perempuan pada komunitas toko kelontong binaan Sampoerna Retail Community (SRC).

“Setiap hari kami berinteraksi dengan pelaku UMKM dan hal ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan yang mereka hadapi. Melalui SRC kami membina dan membangun sebuah komunitas yang terdiri dari 150.000 toko kelontong.

Lebih dari 60% toko kelontong tersebut dimiliki dan 

dikelola oleh perempuan, dengan lebih dari separuh diantaranya merupakan pencari nafkah utama keluarga mereka,” jelas Elvira. 

Lebih jauh, Elvira menjelaskan bukti nyata pelaku UMKM perempuan untuk memberdayakan komunitas sekitarnya. Hal itu terwujud pada inisiatif Pojok Lokal SRC yang mengajak para anggotanya untuk mendedikasikan porsi tokonya untuk memajang dan menjual produk lokal.

“Kami melihat bagaimana anggota SRC yang sebagian besar dimiliki oleh perempuan, ikut memberdayakan UMKM lain di komunitas sekitarnya untuk berkreasi dan memanfaatkan Pojok Lokal. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kompas pada tahun 2019, hal ini berdampak pada peningkatan omzet UMKM sebesar 28 persen, atau mencapai omzet sekitar Rp 5,7 triliun dibandingkan dengan sebelum bergabung dengan Pojok Lokal.

Ini adalah bukti nyata pentingnya pemberdayaan perempuan dan hal inilah yang mendasari SAPA Untuk Indonesia,” tukasnya. (cdr)

📊 Survei Kilat BERNAS

Berapa penghasilan bulanan ideal Anda?

Jawaban Anda membantu kami menyajikan konten yang lebih relevan.

FAQ: Ringkasan Cepat

Apa inti dari Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia?

Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia...

Apakah cara ini masih relevan di tahun ini?

Ya, panduan ini telah diperbarui oleh Tim Redaksi BERNAS.id dan diverifikasi keakuratannya. Kami selalu menyajikan informasi teknologi yang *up-to-date*.

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram

Untuk Mitra & Pengiklan

Punya kabar atau rilis perusahaan?

Terbitkan siaran pers atau artikel bermerek Anda di BERNAS.id — tayang di halaman nasional, terindeks Google.

Terbitkan di BERNAS.id

“Dorong Pemberdayaan UMKM, Sampoerna Gelar SAPA untuk Indonesia”

R
Redaksi Bernas
Click to Share
Discovery Insight

Data Transmutation:
Digital Sovereignty

Kenali produk dan layanan dalam ekosistem BERNAS.

Lihat Ekosistem

Peluang Karir & Bisnis Digital

Potensi Penghasilan (2026)
Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000

Estimasi berdasarkan data pasar kerja & AI Bernas.

Prospek Karir
⚡ Sangat Tinggi

Permintaan tenaga kerja untuk sektor ini diprediksi tetap kuat.