SLEMAN, BERNAS.ID-Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau fasilitas Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani Sleman. Ia pun memberi semangat kepada 75 siswa yang sedang menjalani masa orientasi di Sekolah Rakyat.
Mensos menyampaikan kegiatan sekolah rakyat yang digelar di BBPPKS Regional III Yogyakarta beberapa hari terakhir berlangsung relatif lancar. Meski ada beberapa kendala kecil, kepala sekolah dan tenaga kependidikan terbukti mampu mengatasinya, sehingga tidak mempengaruhi antusiasme siswa.
“Ada siswa sakit, satu dua, kemudian rindu rumah, tapi secara umum bisa diatasi.
Ada juga masalah kurang air, listriknya putus, itu juga sudah diatasi. Secara umum alhamdulillah semuanya bisa berjalan,” kata Gus Ipul.
Lanjut tambahnya, nantinya pengembangan bakat akan menggunakan teknologi yang disebut DNA Talent. Melalui aplikasi yang dirancang oleh Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar, akan mendeteksi kemampuan dan bakat para siswa.”Dengan menggunakan AI yang sudah dilatih, itu nanti adik-adik sejak awal bakatnya sudah diketahui para guru,” jelas Gus Ipul.
“Nanti adik-adik akan menjawab beberapa pertanyaan, selama seperempat jam sudah akan diketahui adik-adik ini bakatnya apa, kekuatannya di mana, jeniusnya dimana.
Karena setiap adik-adik ini pada dasarnya punya keunggulan masing-masing,” imbuh Mensos.
Gus Ipul pun berpesan kepada seluruh siswa agar mengenyam pendidikan dengan baik dan serius untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.”Yang penting ini adalah kesempatan luar biasa. Bapak Presiden memikirkan adik-adik sekalian. Sekarang kita ambil kesempatan ini dengan belajar sungguh-sungguh,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Ke depannya, Mensos menyebut akan ada 100 titik sekolah rakyat berstatus permanen yang bakal dibangun di berbagai daerah mulai September 2025 mendatang.
Ia mengatakan bangunan anyar tersebut disiapkan sebagai pengganti sekolah rakyat yang masih memanfaatkan gedung-gedung milik instansi pemerintahan.
“Tahun ini akan dibangun 100 titik Sekolah Rakyat. Seperti di sini, sifatnya sementara, tahun depan akan menggunakan gedung permanen,” katanya.
Nantinya, pada September mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memulai proyek pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen tersebut. Lahan sekolah yang dikhususkan untuk warga desil satu itu disediakan secara mandiri oleh pemerintah daerah di level kabupaten/kota atau provinsi.”Gedungnya dibangun Kementerian PU atas arahan presiden.
Total titik 100 yang dari pemerintah. Tapi, nanti ada partisipasi swasta juga,” ucap Mensos.
“Jadi, jumlahnya bisa lebih dari 100. Tahun ini dibangun, tahun depan insyaallah selesai,” tukas Gus Ipul itu. (jat)

