Edisi Nasional
Logo BERNAS.id Resmi - Media Nasional & Inspirasi Karir EksekutifBERNAS

Berita Nasional sejak 1946

NASIONAL

Es Dawet, Legenda Kesegaran Tradisional dari Jawa Timur yang Mendunia

Oleh: Redaksi Bernas•10 November 2024
Es Dawet, Legenda Kesegaran Tradisional dari Jawa Timur yang Mendunia
Foto: Redaksi Bernas
RANGKUMAN CEPAT BERNAS
Sumber: journalist
"JAKARTA, BERNAS.ID Es dawet, minuman tradisional khas Jawa Timur, menawarkan kesegaran dengan rasa manis yang menjadi favorit lintas generasi. Kombinasi unik..."

🗓️ Dipublikasikan pada 10 November 2024.

Sebagian data dan informasi dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak tanggal terbit. Lihat berita nasional terbaru →

JAKARTA, BERNAS.ID – Es dawet, minuman tradisional khas Jawa Timur, menawarkan kesegaran dengan rasa manis yang menjadi favorit lintas generasi.

Kombinasi unik bahan-bahan lokal seperti tepung beras, gula merah, dan air pandan menciptakan rasa autentik yang tak hanya disukai masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian para wisatawan.

Berawal dari tradisi agraris masyarakat Jawa Timur, es dawet muncul sebagai solusi segar untuk melawan panasnya cuaca desa.

Legenda lokal menyebutkan, dawet pertama kali dibuat oleh pedagang di pedesaan yang mencari cara menyegarkan diri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh.

Kini, es dawet telah melintasi batas wilayah dan generasi. Anak-anak hingga orang tua menyambut minuman ini dengan antusias, terutama saat pedagang gerobak es dawet mulai berkeliling.

Menjamurnya pedagang es dawet di seluruh pelosok Indonesia memudahkan masyarakat untuk menikmati kesegaran minuman ini kapan pun mereka mau.

Perjalanan panjang es dawet tidak lepas dari beragam inovasi. Di beberapa daerah, bahan tambahan seperti santan, potongan buah, atau jelly ditambahkan, memperkaya cita rasanya tanpa menghilangkan kesan tradisional.

Meski banyak variasi, es dawet tetap setia pada ciri khasnya sebagai minuman yang tak lekang oleh waktu.

Es dawet bukan sekadar minuman, tapi bagian dari warisan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan dan terus dinikmati. (DID)

Bagikan artikel ini

WhatsAppTelegram