YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Dalam instagram BMKG @infoBMKG pada hari Minggu (15/12/2019) dijelaskan beberapa tips agar terhindar dari petir. Yang pertama segeralah masuk kedalam ruangan atau mobil jika sedang berada di luar ruangan dan mendengar guntur. Kedua, jika sedang berada di kolam renang, segeralah naik dan menjauh, karena petir dapat menghantarkan energi ke air.
Yang ketiga adalah, jangan berlindung dibawah pohon, karena pohon yang tersambar petir, energinya dapat melompat ke tubuh. Selanjutnya, jauhi tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi karena mudah tersambar petir.
Kelima, jangan berada di sawah, lapangan atau taman, karena petir mencari tanah untuk melepaskan energinya. Yang keenam, jika sedang mengendarai sepeda motor, segeralah berhenti dan cari tempat aman untuk berlindung. Yang terakhir, jika sedang berteduh diluar ruangan, atur jarak 3-5 meter dengan orang lain, agar terhindar dari lantaran energi saat ada petir.
Demikian beberapa tips menghindari petir, semoga bermanfat di musim hujan ini. (cdr)